Warga Desa Ini Menyantap Sayap Ayam yang Terkubur Berhari-hari,Ini Alasannya!

Beribu-ribu kilogram sayap ayam yang semula terkubur, digali oleh penduduk setelah beberapa hari makanan itu dibuang di Bukit Aup, Sibu, Malaysia. Penduduk kampung sekitar ramai-ramai datang ke kawasan pembuangan tersebut sambil membawa karung.

Menurut akun Facebook Info Sarawak, sayap ayam yang dibuang di Bukit Aup merupakan hasil sitaan petugas bea cukai pada Jumat (31/3) lalu. Petugas menyita 3 ton truk kontainer karena mereka membawa sayap ayam tanpa izin impor yang sah. Para petugas kemudian membuang sayap ayam dan menguburkannya di daerah Bukit Aup.

Berita tentang 'harta karun' yang terkubur langsung beredar luas di grup WhatsApp dan terdengar oleh penduduk kampung sekitar Bukit Aup. Tak butuh waktu lama, penduduk desa langsung datang ke kawasan pembuangan itu dan menggali sayap-sayap ayam yang dikubur dalam tanah.

"Saya datang ke sini karena teman saya mengatakan kepada saya tentang hal itu. Ya, ada sayap ayam di sini, beberapa bahkan dibekukan," kata salah satu warga.

Menurut laman Worldbuzz dikutip brilio.net, Kamis (6/4), sebagian besar warga mengatakan bahwa sayap ayam masih terlihat segar dan kondisinya beku. Dan isu mengenai sayap sudah terkubur di bawah tanah selama empat hari tak mengganggu niat mereka untuk mendapatkan makanan gratis. Mereka mengatakan akan mencuci bersih sayap ayam tersebut.

Penduduk desa tampaknya melupakan isu flu burung yang kembali menyeruak di Malaysia. Namun, petugas keamanan setempat sudah digerakkan untuk menangani aksi warga yang menggali sayap ayam itu.

"Kami menasihatkan mereka yang mengambil sayap ayam itu agar tidak memakannya kerana kami tidak tahu sumber dan kualitas sayap-sayap ayam itu," kata Residen Bahagian Sibu, Hii Chang Kee.

Penduduk sekitar Bukit Aup yang sedang menggali sayap ayam, dikutip dari akun Facebook Adinda Qilla dan Info Sarawak.

Berikut Kronologinya!

Beribu-ribu kilogram sayap ayam tampak dibuang.

Masih terlihat segar dan dalam keadaan beku.

Diketahui sayap ayam tersebut merupakan hasil sitaan petugas bea cukai Malaysia karena terbelit izin impor.

Para petugas kemudian membuang sayap ayam dan menguburkannya di daerah Bukit Aup.

Para penduduk di sekitar Bukit Aup yang mendengar kabar tersebut lalu datang berbondong-bondong ke kawasan pembuangan sayap ayam.

Mereka rela menggali sayap ayam yang sudah dikubur selama lebih dari empat hari.

Para penduduk yang sedang menggali sayap ayam viral di media sosial.

Para netizen merasa khawatir akan keamanan dan kesehatan sayap ayam tersebut.
 
Namun warga berkata akan mencuci bersih sayam ayam sehingga bisa dikonsumsi.

Meski sudah dicuci bersih, netizen berkata tak sepatutnya mereka membawa sayap ayam yang telah dibuang.



Loading...
loading...

Leave a Comment