Wanita Perawan Tua Ini Ditolak Calon Mertua dengan Alasan Susah Punya Anak, Tapi Akhirnya

Sesungguhnya ajal, maut, pertemuan dan perpisahan terletak di tangan Allah SWT.

Wanita ini putus harapan saat calon mertuanya memutuskan tali pertunangan dengan anaknya.

Semata-mata karena wanita ini sudah perawan tua.

Dan dia beralsan sang wanita bakal susah memberikannya cucu.

Dilansir dari ohbulan dan akun facebook Tsina Syafiqah ia sudah ridho dan akhirnya…

 

Saya telah menyelesaikan masa kuliah saya dan sekarang saya adalah seorang wanita karir.

Lamaran pinangan terhadap diriku untuk menikah juga datang tidak putus-putus.

Tetapi aku merasakan tidak ada seorang pun yang dapat menarik hatiku.

Kemudian, kesibukan dan cita-cita saya membuat saya gila dan hanyut di dunia saya sendiri sampai usia 34 tahun.

Saat itulah saya menyadari betapa sulitnya untuk menikah.

Suatu hari, seorang pemuda mendatangi saya. Dia berumur lebih tua 2 tahun dari saya.

Dia berasal dari keluarga miskin. Tapi aku dengan tulus menerima dirinya seadanya.

Kami mulai menghitung waktu pernikahan. Dia meminta saya fotokopi KTP untuk mengelola surat-surat pernikahan.

SA

Saya langsung menyerahkan semua yang diperlukan.

Setelah dua hari berlalu, ibunya meneleponku. Dia memintaku untuk bertemu sesegera mungkin.

Aku langsung menemuinya. Tiba-tiba dia mengeluarkan salinan kartu identitas saya.

Dia bertanya kepada saya tanggal kelahiran saya yang berada di KTP itu benar?

Saya menjawab: Benar.

Lalu dia berkata: Jadi umurmu sekitar 40 tahun?

Saya menjawab: Usia saya sebenarnya berumur 34 tahun.

Ibunya berkata lagi: iya sama saja.

Kamu sudah 30 tahun Artinya kesempatan memiliki anak semakin kecil.

Sementara saya sangat ingin menimang cucu.

penyakit-langka_20170816_170303.jpg" alt="Zainab saat menggendong cucunya Pati Al Lukman saat dijumpai di RSUD Sity Aisyah Kota Lubuklinggau, Rabu (16/8/2017)." width="700" height="393" />
Ilustrasi (tribunsumsel.com/Eko Hepronis)

Dia tidak mau diam sampai dia mengakhiri proses antara saya dan anaknya.

Masa sulit itu berlalu sampai 6 bulan.

Akhirnya saya memutuskan untuk pergi beribadah umrah bersama ayah saya.

Sehingga saya bisa menyembuhkan kesedihan dan kekecewaan saya di Baitullah.

Saya pergi ke Mekkah. Aku duduk menangis, berlutut di depan Ka'bah. Saya memohon kepada Allah agar diberi jalan terbaik.

sa

Setelah salat, saya melihat seorang wanita membaca Alquran dengan suara yang sangat merdu. Aku mendengarnya mengulang ayat tersebut lagi dan lagi:

"Dan anugrah Allah yang dianugerahkan kepadamu sangat besar". (An Nisa ': 113)

Air mataku menetes dramatis mendengar ayat-ayat itu. Tiba-tiba dia memelukku ke pangkuannya. Dan dia mulai mengulangi firman Allah:

"Dan sesungguhnya, Tuhanmu pasti akan memberimu anugerah-Nya, supaya kamu merasa puas". (Adh Dhuha: 5)

Demi Allah, seolah-olah aku baru pertama kali mendengar ayat itu selama seumur hidupku.

Pengaruhnya luar biasa, jiwaku menjadi tenang. Setelah seluruh ibadah umrah usai, saya kembali ke Kairo.

Di pesawat aku duduk di sebelah kiri ayahku, sementara di sebelah kanan dia duduk seorang pemuda.

Setelah pesawat di bandara, saya turun.

Di lounge aku bertemu suami sahabatku.

Kami bertanya kepadanya, ada bisnis apa dia datang ke bandara?

Dia menjawab bahwa dia sedang menunggu kedatangan sahabatnya yang menaiki pesawat yang sama dengan kami.

Hanya beberapa saat, tiba-tiba sahabatnya itu datang. Ternyata ia adalah pemuda yang duduk di kursi di sebelah kanan ayahku tadi.

Seterusnya aku berlalu dengan ayahku….. setibanya aku sampai di rumah dan menukar pakaian, sedang berehat, sahabatku yang suaminya tadi kebetulan betemu di bandara menghubungiku.

Terus saja ia menyatakan bahawa sahabat suaminya yang kebetulan menaiki pesawat denganku sangat tertarik kepada diriku.

Dia ingin bertemu denganku di rumah temanku itu dimalam itu juga.

Atas alasan,urusan yang baik perlu disegerakan.

Jantungku berdegup sangat kencang akibat kejutan yang tidak pernah aku bayangkan.

Lalu aku meminta pendapat kepada ayahku terhadap tawaran suami sahabatku itu.

Beliau memberi semangat untuk untuk aku menerima tawaran tersebut.

Boleh jadi dengan cara itu Allah memberiku jalan keluar. Akhirnya…..aku pun datang ke rumah temanku itu.

Setelah beberapa hari selepas kunjungan ke rumah itu, pemuda tadi pun datang melamarku secara rasmi.

cincin lamaran
 (abcnews.go)

Hanya satu bulan setengah setelah pertemuan itu kami betul-betul sudah menjadi pasangan suami-istri.

Jantungku betul-betul berdegup kencang dengan pengharapan kebahagiaan.

Kehidupan berkeluarga berjalan lancar dengan optimis dan detik-detik kebahagiaan.

Aku mendapatkan seorang suami yang aku impikan.

Dia seorang yang sangat baik, penuh cinta, lemah lembut, dermawan, mempunyai akhlak yang subhanallah, ditambah lagi keluarganya yang sangat baik dan terhormat.

Namun sudah beberapa bulan berlalu belum juga ada tanda-tanda kehamilan pada diriku.

Perasaanku mulai diselubungi kekhawatiran. Apalagi usiaku waktu itu sudah memasuki 36 tahun.

Aku minta kepada suamiku untuk membawaku supaya melakukan pemeriksaan diri di rumah sakit.

Aku bimbang kalau-kalau aku tidak bisa hamil.

Kami pergi menjalani pemeriksaan dengan seorang dokter yang sudah terkenal dan berpengalaman.

Dia minta kepadaku untuk tes darah.

Ketika kami menerima hasil tes darah, ia berkata bahawa tidak perlu aku meneruskan pemeriksaan berikutnya, karena hasilnya sudah nyata.

Lalu dia dia mengucapkan “Selamat, anda hamil!”

hamil suami istri selingkuh
 (puteraizman)

Hari-hari kehamilanku pun berlalu dengan selamat, sekalipun aku mengalami kesusahan yang lebih dari orang biasanya.

Mungkin karena aku hamil di usia yang sudah agak berumur.

Sepanjang kehamilanku, aku tidak punya keinginan untuk mengetahui jenis kelamin anak yang aku kandung.

Kerana apa pun yang Allah berikan kepadaku semua adalah nikmat dan berkahNya.

Setiap kali aku bilang bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, dokter itu menjawab:

Itu karena kamu hamil di usia lewat 36 tahun.

Seterusnya tibalah hari-hari yang ditunggu, hari saatnya melahirkan.

Proses bersalin secara caesar berjalan dengan lancar.

Setelah aku sadar, dokter masuk ke ruanganku dengan senyuman manis di wajahnya.

Sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang aku harapkan.

Aku menjawab bahawa aku hanya mendambakan berkah daripada Allah.

Tidak penting bagiku jenis kelaminnya. Lelaki atau perempuan akan aku sambut dengan ribuan kesyukuran.

Aku dikejutkan dengan pernyataannya: “Bagaimana pendapatmu kalau kamu mendapat Hasan, Husen dan Fatimah sekaligus?

Bayi Kembar
 (KOMPAS)

Aku tidak paham apa yang ia katakan. Dengan penuh tanda tanya aku bertanya apa yang ia maksudkan?

Lalu ia menjawab sambil menenangkan ku supaya jangan terkejut dan histeris bahwa Allah telah memberikan 3 orang anak sekaligus.

2 orang bayi lelaki dan seorang perempuan.

Seolah-olah Allah mahu memberiku 3 orang anak sekaligus untuk mengejar ketinggalanku dan lantaran kelewatan umurku.

Sebenarnya dokter itu telah mengetahui bahawa aku mengandung anak kembar 3.

Tapi dia tidak menyampaikan berita itu kepadaku supaya aku tidak cemas menjalani masa-masa kehamilanku.

Lantas aku menangis sambil mengulang-ulang ayat Allah:

“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”. (Adh Dhuha: 5)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami…” (Ath Thur: 48)

Bacalah ayat ini penuh taddabur dan menghayatinya, teruskan berdoa dengan hati penuh yakin bahawa Allah tidak pernah dan tidak akan pernah membiarkanmu.

Loading...
loading...

Leave a Comment