Wanita Ini Diceraikan dan Dihina! Saat Suami Menikah Lagi Ia Berikan Hadiah Buat si Pria Sujud Menyesal!!

Dulu Mantan suami saya, sebenarnya saya lah duluan yang inisiatif kejar, tidak tahu apa mungkin karena saya terlalu agresif, ditambah saya juga terlihat sangat peduli dengan dia.

Setelah kami menikah, jadinya dia tidak terlalu peduli dengan diri saya, bahkan jarang memperhatikan saya.

Mungkin, di dalam hubungan cinta yang terlalu dipaksakan dari awal maka kemungkinannya di akhir akan terluka juga.

Setelah dua tahun menikah, saya belum kunjung hamil juga, ia merasa bahwa saya telah dari awal sudah begini.

Sempat ia mengatakan bahwa saya terlalu banyak berhubungan dengan pria di luar sana, sehingga mungkin telah melakukan aborsi berkali-kali yang menyebabkan semua ini.
Meskipun saya tahu dia sangat menyukai anak-anak, tetapi saya tidak tahan dengan pandangan jeleknya kepada saya.

Saya sangat marah, pada akhirnya kami makin sering bertengkar satu sama lain.
Pada suatu hari, ia bahkan membawa wanita cantik yang berpakaian yang sangat menggairahkan pulang ke rumah tangga kita berdua.
Saya pun tak bisa berpikir dengan jernih lagi, di tempat saya langsung mengajukan gugatan cerai kepada suami saya.

Tak disangka usia perceraian kita baru setahun, saya mendapatkan undangan pernikahannya yang meminta saya datang untuk memberikan restu kebahagiaan kepadanya dan pasangan barunya.
Tentu saja wanita yang menjadi istrinya nanti itu adalah wanita yang dulu pernah dibawanya dalam rumah tangga kita itu.
Saya sangat marah, dulu saat bercerai ia tidak pernah melakukan kontak dengan saya lagi, tetapi sekarang sengaja mengirimkan surat undangan kepada saya, apa sebenarnya maksud dari semua ini.

Apakah ia hanya ingin mempermalukan saya di depan khalayak orang banyak?
Saya berpikir saya harus datang untuk melihat dia sebagaimana baik kabarnya, sebagaimana mewah acara pernikahannya.
Saya juga ingin melihat betapa hebatnya dia sekarang.

Saya memutuskan di hari pernikahannya, saya akan datang dengan mengendarai mobil mewah dan berdandan lengkap, saya ingin melihat dirinya bagaimana dengan hidupnya tanpa kehadiran saya.
Saya juga telah menyiapkan hadiah spesial buat dia.
Hadiah ini saya sangat yakin dia akan amat menyukainya, dan juga pada saat yang sama membuat dia kecewa.

Di hari pernikahannya, saya akan mengundang makeup artist khusus untuk menata rias saya dengan hati-hati, lalu gaun yang saya kenakan nanti akan lebih merah dibandingkan dengan milik gaun pengantin wanita.

 
Kemudian saya akan mengendarai mobil mewah muncul di acara pernikahan mantan suami saya itu.
Sesaat saya turun dari mobil saya, lalu semua pandangan tamu-tamu yang hadir fokus tertuju pada saya.

Mantan suami saya melihat bahwa itu saya, matanya pun langsung terang.
Aku melihat mantan suaminya, matanya cerah kembali, hati terdalam saya seketika sejak senang.
Saya mengatakan kepada mantan suami saya bahwa saya sekarang sedang sibuk, saya harus secepatnya datang menghadiri sebuah konferensi internasional.
Lalu saya memberikan hadiah uang dan satu lagi sebuah hadiah khusus untuk dia.

Di depan banyak tamu, dia membuka hadiah yang saya berikan itu, di dalamnya berupa sebuah album, isi album itu adalah foto-foto seorang bayi laki-laki kecil.
Sepintas melihat wajah dari anak kecil itu, benar anak ke itu benar-benar mirip dengan dia sendiri.
Benar, setelah perceraian kita, saya mendapat kabar bahwa diri saya telah hamil, saya tidak bisa dengan tegahnya menggugurkan darah dan daging mereka sendiri.
Jadi saya mempertahankan anak kita sampai lahir.

Saya sebenarnya berniat untuk menyembunyikannya dari dia selamanya, tapi saya tidak habis berpikir ia akan mengirim undangan pernikahan mu dengan wanita lain untuk mempermalukan saya.
Saat ia sedang melihat gambar demi gambar album itu, wajahnya secara bertahap berubah.
Matanya memancarkan sedikit cahaya.
Saya tahu dia sangat suka dengan anaknya seperti wajah ayahnya yang rupawan, tentu ia tidak bisa mentolerir anaknya sendiri memanggil pria lain sebagai ayahnya.

Tujuan kedatangan saya telah tercapai, lalu menoleh untuk berjalan keluar, berencana untuk meninggalkan acara itu.
Tiba-tiba dari belakang mantan suami saya menarik tangan saya, meminta saya untuk membawanya untuk melihat anaknya.
Saya terlalu malas untuk membalas perkataanya, tetap melangkah terus meninggalkan tempat itu, tinggal dia disana sendiri meratapi kesedihannya.

Pada sore hari, saya menerima pesan yang berisi bahwa ia ingin menikah kembali dengan saya, saya hanya bisa tertawa dingin.
Lalu, saya bertemu dengannya selama 3 hari berturut-turut, saya rasa bahwa istrinya sekarang juga tau bahwa kami beberapa waktu ini sering bertemu.

Dengan suara yang ngeyel menelepon saya agar tidak merusak hubungan rumah tangga mereka lagi.
Dalam hati saya berpikir : ia mengira saya merusak rumah tangga mereka, jadi pada waktu yang lalu mengapa ia masih berani datang di tengah-tengah rumah tangga kami.
Saya akan membuat dia merasakan apa yang saya rasakan waktu itu.

Saya menepati keinginan mantan suami saya untuk menikah kembali lagi, saat saya mendapat kabar dari dia yang sangat senang telah menyelesaikan pengurusan surat cerai dengan istrinya tersebut.
Saya langsung mem-black list satu-satunya nomor handphone yang dapat ia hubungi, lalu saya meninggalkan rumah yang selama ini saya kenal, dan membawa si kecil pergi terbang tinggi.
Saya akan membuatnya tidak dapat mencari keberadaan kami, dan juga membuat dia tidak bisa berjumpa dengan anaknya lagi sebagai penderitaan seumur hidupnya, yang akan ia ingat selamanya!.

tribunnews.com

Loading...
loading...

Leave a Comment