Trenyuh, Jeritan Hati Suami yang Mengiris Hati Saat Kehilangan Orang Tercinta Waktu Melahirkan !

Hai mba.. Mas..
saya mau curhat .. bingung mau curhat ma sapa lagi.. sama teman dan saudara gak bisa curhat hingga dalem.

Saya pria berumur 33 tahun memiliki 2 orang putra yang satu berumur 5 tahun. dan yang satu lagi berumur 3 bulan.  Istri saya meninggal saat melahirkan putra ke 2 kami. komplikasi anemia dan pendarahan..

Anak kedua saya lahir tgl 26 april bersamaan dengan tanggal lahir istri saya.. sangat bahagia saat itu.. saya akhirnya kami bisa memiliki anak lagi Namun 6 hari kemudian saat itu adalah saat yang sangat menyakitkan bagi saya karena harus di tinggal oleh istri yang sungguh masih sangat saya membutuhkan dia baik sebagai pendamping dan support , juga sebagai pembimbing anak anak kami. Tapi Allah lebih menyayangi dia sehingga istri saya di ambil dari saya..

Tanggal 2 mei adalah tanggal yang tak mungkin saya lupakan seumur hidup saya.. karna tanggal itulah dia pergi meninggalkan saya dan kedua anak saya..

Malam harinya langsung saya bawa jenazah istri ke kampung halaman di Sumatra. Bagai petir di siang hari. hati saya hancur, tak pernah sedetik pun saya membayangkan hal ini sampai terjadi, saya rawat istri saya hingga saya pun ikut mengantarkan serta membaringkannya di tempat peristirahatannya yang terakhir, habis rasanya air mata saya.

Kini keluarga kecil saya terpecah pecah, saya masih bekerja di kalimantan.  Anak pertama saya bersama mertua (sesuai amanat istri saya) dan yang kecil di asuh oleh kerabat jauh yang ada di dekat tempat kerja saya, beberapa hari sekali saya jenguk anak saya kedua dan selalu terbayang wajah istri setiap saya melihat mata dan wajahnya,.

Kini kerja saya jadi tidak 100 persen, walau banyak yang memberi support ke saya, namun tetap saya tak bisa menghilangkan kesedihan saya, saya paham saya harus bangkit demi kedua anak saya yang masih ada, namun setiap malam menjelang tidur saya selalu menangis terbayang alm istri , saat saat pertemuan terakhir, kata kata yang terakhir, dan penyesalan yang tiada tara.

Alhamdulillah mudik ini saya pulang melihat anak pertama saya, bersukur dia sudah cocok dengan keluarga disana.. Amanat istri saya sebelum melahirkan adalah anak anak di rawat oleh mertua dan kakak nya jika dia meninggal saat melahirkan,dan saya boleh menikah lagi tapi dengan sarat harus istri yang solehah, padahal saya ini orang yang sangat jauh dari level itu..

Saya saat ini merasa kesepian, bingung, sampai kapan harus berpisah begini. Banyak sekali saran saran dari keluarga, ada yang menyuruh nikah lagi ( tapi nggak segampang itu kann? saya duda dengan 2 orang anak dan tak mudah mencari seseorang yang sayang pada anak anak saya). Ada yang menyuruh saya agar segera pindah di kampung halaman dan berkumpul dengan anak anak saya, tapi perusahaan tempat saya bekerja belum memberikan keputusan dengan alasan keputusan ada di Jakarta.

Disaat saya kesepian kadang saya sholat .. doa, namun tak jarang juga saya tenggelam dalam musik, rokok dan kadang alkohol.

Saya bingung harus bagaimana? dan bagaimana membangkitkan semangat saya yang sudah hilang semenjak dia pergi..

Curhatan dari mas Hendrawan di Tempat Curhat Online duniaely.com, buat mas Hendrawan, sangat menyenangkan andai kamu bisa membalas semua saran yang masuk.

Kawan, seandainya kamu ada di posisi mas Hendrawan, apa yang akan kamu lakukan?,  terima kasih :)



Loading...
loading...

Leave a Comment