Tanda-Tanda Yang Harus Diwaspadai Saat Cinta Lama Belum Kelar

Kehadiran lawan jenis yang tak lain adalah sang “mantan” dalam lembar kehidupan yang sekarang tak hanya terjadi dalam sinetron layar kaca. Tak sedikit pula yang mengalaminya di realita. “Mantan” teman dekat, sahabat sejati, atau juga kekasih di masa lalu, kembali hadir dan menyapa saat sahabat telah berumah tangga dan menempuh hidup baru.

Mungkin, tak akan menjadi masalah jika hubungan yang kembali terjalin hanya sebatas silaturahim. Tetapi, bagaimana kalau sampai memunculkan riak-riak yang dapat mengancam keharmonisan rumah tangga?

Berikut beberapa tanda-tanda yang harus sahabat waspadai saat berinteraksi kembali dengan sang “mantan” :

1. Komunikasi yang intensif

Saat ini, komunikasi tidak hanya terjadi secara langsung atau saling tatap muka, justru lebih banyak komunikasi berlangsung via dunia maya ataupun dengan sarana gadget seperti BBM, Line, WA, dan sebagainya.

Coba sejenak sahabat ingat-ingat kembali, berapa kali dalam sehari berkomunikasi dengan sang mantan? Apakah komunikasi berlangsung pada waktu tak berbatas termasuk tengah malam? Apakah obrolan hanya sebatas urusan formil ataupun sudah menjurus pada hal-hal yang lebih intim dan privasi?

2. Mengenang masa lalu

Masa lalu yang berkesan bersama sang mantan mungkin tak mudah untuk dilupakan. Namun jika topik ini selalu menjadi topik hangat saat tengah berkomunikasi dengan sang mantan, sebaiknya waspadalah akan gejolak hati yang bisa saja timbul kembali saat sejenak terbang ke masa lalu. Segera alihkan topik atau batasi komunikasi sebelum telanjur memberi kesan “harapan” pada sang mantan untuk mengulang kisah yang belum selesai.

3. Membanding-bandingkan dengan pasangan

Boleh jadi, sang mantan sekarang sudah menjelma seorang pria mapan yang sukses, terpandang, bahagia dan juga... tampan. Berhati-hatilah dengan kemunculan pikiran negatif saat mencoba membanding-bandingkan antara sang mantan dengan pasangan hidup, di mana sang mantan selalu terlihat lebih baik dari pasangan kita. Hal ini tidak hanya menjurus pada pengkhianatan tetapi juga dapat memicu konflik baru dalam rumah tangga.

4. Mengalami gejala puber kedua

Tak hanya kaum pria yang rentan dengan kemunculan gejala puber kedua. Kaum wanita pun bisa saja mengalaminya, terlebih-lebih jika kondisi rumah tangga sedang tidak harmonis atau kerap mengalami perselisihan. Ditambah dengan kehadiran sang mantan yang berhasil membangkitkan perasaan berbunga-bunga tak ubahnya saat remaja dulu, hal ini sangat perlu diwaspadai dan harus segera dienyahkan sebelum telanjur menjerumuskan langkah sahabat ke dalam hubungan yang dilarang oleh agama.

Kehadiran orang ketiga adalah salah satu penyebab tertinggi dari kasus perceraian yang terjadi saat ini. Oleh karenanya, mari senantiasa berwaspada terhadap berbagai kemungkinan termasuk peluang bagi sang mantan untuk kembali hadir dan mengganggu keutuhan rumah tangga sahabat Ummi, dan senantiasalah bermohon perlindungan juga kekuatan iman dari Allah swt agar jangan sampai tergelincir.

Profil penulis: Riawani Elyta. Ibu dari 3 anak. Lahir dan berdomisili di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Telah menghasilkan belasan novel, buku duet non fiksi dan antologi.

FB           : Riawani Elyta

twitter     : @RiawaniElyta

blog         : www.riawanielyta.com

Loading...
loading...

Leave a Comment