Tak Disangka Pria ini Menceraikan Isterinya Demi Bini Mudanya,tapi Apa yang Dilakukan Istrinya!


 37 tujuh tahun sudah usia pernikahan yang dirajut Jack bersama istrinya.

Waktu yang tergolong panjang untuk sebuah pernikahan.

Namun waktu jualah yang membuktikan segalanya, Jack akhirnya meninggalkan istrinya, dan bersama dengan sekretaris mudanya.

Pacar barunya itu meminta agar mereka tinggal di rumah mewah seharga puluhan miliar rupiah itu.

Karena Jack memiliki tim kuasa hukum yang hebat, akhirnya istri Jack terpaksa menandatangani surat cerai mereka, dan setuju pindah dari rumah mewahnya.

Dia memberi batas waktu 3 hari pada isterinya agar pindah.


Hari pertama, dia merapikan semua barang-barang pribadinya.

Hari kedua, dia menyewa mobil untuk mengangkut barang-barangnya.

Pada hari ketiga, untuk terakhir kalinya ia duduk di bar mini yang indah di ruang tamu rumahnya, sambil diiringi nyala lilin dan musik sendu.

Dia menikmati seporsi kecil lobster dan sekaleng kaviar – makanan yang terbuat dari telur ikan tertentu, umumnya ikan sturgeon, yang sudah diproses dan digarami.

Usai menikmati makan malam terakhir yang terlihat sangat romantis itu, dia berjalan ke kamar tidur.

Dia mengolesi kaviar ke cangkang lobster yang baru disantap setengah.

Lalu cangkang lobster itu diselipkan ke celah-celah batang kayu penyangga tirai jendela.

Lalu ia ke semua kamar di rumah dan mengulangi proses itu. Setelah itu ia pun merapikan dapur, dan pergi dari rumah itu.

Beberapa hari berikutnya, Jack dan pacar barunya dengan gembira mengisi hari-hari mereka di rumah mewah itu.

Tapi perlahan-lahan, samar-samar tercium bau tak sedap dari seisi  ruangan.

Mereka membersihkan ruangan, mengepel, bahkan saluran pembuangan air juga dibersihkan lagi, karpet disikat kembali sampai bersih, dan menyemprot seisi ruangan dengan pengharum.

Mereka telah mencoba berbagai cara-cara baru, tapi seisi ruangan tetap saja menyebarkan bau yang memualkan.


Lalu mereka pun mencari orang untuk memeriksa tangki gas, semprot dengan insektisida.

Dan selama pembersihan itu, mereka terpaksa tinggal beberapa hari di luar.

Tapi tidak ada efek apapun, hingga pada akhirnya mereka mengganti lantai kayu yang mahal.

Namun, aroma tak sedap itu selalu tercium di dalam ruangan.

Teman-temannya pun tidak lagi bertamu ke rumahnya, dan para pekerja juga menolak kerja di rumah tersebut.

Begitu pun dengan pembantu rumah tangganya juga mengundurkan diri.

Lama kelamaan mereka pun tak tahan lagi dengan bau tak sedap di dalam ruangan, lalu memutuskan untuk pindah.

Sebulan kemudian harga rumah mereka pun dikurangi hingga setengah dari harga awal, tapi tidak ada yang mau membeli rumah mereka yang bau busuk.

Bahkan pengembang real estate setempat juga menolak panggilan telepon mereka setelah kabar itu tersebar luas.

Sampai pada akhirnya mereka terpaksa mengajukan kredit di bank untuk membeli rumah baru.

Suatu hari, mantan istrinya menelepon dan bertanya tentang kabarnya. Jack pun bercerita tentang rumahnya.

Mantan isterinya itu mendengarkan dengan sabar cerita jack, mantan suaminya.

Dia bilang, “Aku justeru sangat merindukan suasana rumah tua itu, begini saja, aku turunkan kompensasi perceraian, kamu ganti saja dengan rumah itu, gimana?”

Mendengar itu, Jack pun menggumam, mantan isterinya tidak bisa membayangkan betapa ngerinya aroma tak sedap rumah itu, daripada tidak laku dijual, dan dia begitu menginginkan rumah itu, ya sudahlah serahkan saja kepadanya, biar dia yang urus sendiri.

Jack pun setuju menjual rumahnya seharga sepersepuluh dari harga semula, tapi dengan syarat menandatangani kontrak pada hari itu juga.

Mantan isterinya pun setuju, karena itu yang diharapkan.

Satu jam kemudian, pengacaranya menerima kontrak.

Seminggu kemudian, Jack dan pacarnya dengan gembira mengangkut barang-barangnya ke rumah mereka yang baru… dan tentu saja termasuk kayu penyangga tirai jendela!



Loading...
loading...

Leave a Comment