Sungguh Tragis, Balita Ini Meninggal Setelah Menelan Baterai

Seorang balita berusia dua tahun di pedesaan Oklahoma meninggal dunia diduga karena menelan baterai.

Zat alkaline yang ada di dalam baterai diprediksi menjadi penyebab kematiannya.

Brianna Florer, nama gadis itu, menderita demam beberapa hari terakhir. Kedua orangtuanya langsung memanggil ambulance saat Brianna mulai muntah darah dan tubuhnya membiru.

Ia dilarikan ke rumah sakit Tulsa dan segera dibawa ke ruang operasi. Namun sayangnya nyawanya tak terselamatkan.

Dari hasil sinar X-ray menunjukkan bila di dalam tubuh balita tersebut terdapat baterai yang besarnya lebih kecil dibanding koin.

"Operasi berlangsung selama dua jam, tetapi dokter tidak bisa menghentikan pendarahan. Mereka percaya baterai itu masuk ke arteri karotis melalui kerongkongan," kata kakek Brianna, Kent Vice seperti dilansir dari dailymail, Sabtu (2/1/2016).

Balita itu meninggal dua hari setelah Natal. Kedua orangtuanya juga belum tahu kapan gadis itu menelan baterai.

Namun dokter meyakini Brianna menelan baterai sekitar enam hari sebelum kematiannya. Hasil otopsi untuk mengetahui penyebab kematian masih belum keluar.

Para ahli mengatakan baterai akan menyerang kekebalan tubuh sebelum menimbulkan hal yang lebih membahayakan. Akibatnya semakin akan fatal bila baterai mengeluarkan zat alkali.

Vice berharap kematian cucunya akan membawa perubahan. "Saya akan menjaga hal-hal seperti ini di rumah karena sangat berbahaya," kata Vice.

Seorang balita berusia dua tahun di pedesaan Oklahoma meninggal dunia diduga karena menelan baterai.

Zat alkaline yang ada di dalam baterai diprediksi menjadi penyebab kematiannya.

Brianna Florer, nama gadis itu, menderita demam beberapa hari terakhir. Kedua orangtuanya langsung memanggil ambulance saat Brianna mulai muntah darah dan tubuhnya membiru.

Ia dilarikan ke rumah sakit Tulsa dan segera dibawa ke ruang operasi. Namun sayangnya nyawanya tak terselamatkan.

Dari hasil sinar X-ray menunjukkan bila di dalam tubuh balita tersebut terdapat baterai yang besarnya lebih kecil dibanding koin.

"Operasi berlangsung selama dua jam, tetapi dokter tidak bisa menghentikan pendarahan. Mereka percaya baterai itu masuk ke arteri karotis melalui kerongkongan," kata kakek Brianna, Kent Vice seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Sabtu (2/1/2016).

Balita itu meninggal dua hari setelah Natal. Kedua orangtuanya juga belum tahu kapan gadis itu menelan baterai.

Namun dokter meyakini Brianna menelan baterai sekitar emam hari sebelum kematiannya. Hasil otopsi untuk mengetahui penyebab kematian masih belum ke luar.

Para ahli mengatakan baterai akan menyerang kekebalan tubuh sebelum menimbulkan hal yang lebih membahayakan. Akibatnya semakin akan fatal bila baterai mengeluarkan zat alkali.

Vice berharap kematian cucunya akan membawa perubahan. "Saya akan menjaga hal-hal seperti ini di rumah karena sangat berbahaya," kata Vice.



Loading...
loading...

Leave a Comment