Setelah Tahu Sebab Ibunya Tak Hadir, Ia Pun Langsung Meninggalkan Pesta Pernikahannya, Lalu…

Ibu dan anak ini hanya tinggal berdua di desa. Sang ibu berjuang keras membesarkan anaknya hingga dewasa. Anaknya selama ini tidak mengecewakan ibunya.

Putra si ibu ini, sebut saja namanya Bima Putra, yang sudah bekerja di kota dan punya seorang calon istri yang tampak baik, namun, terjadi sesuatu yang tak terduga pada hari pernikahannya.

Sejak kecil Bima hidup dalam kemiskinan bersama ibunya di desa.

Saat Bima berusia 3 tahun, ayahnya yang bekerja di luar daerah tidak pernah kembali lagi, meninggalkan mereka berdua di desa.

Demi membesarkan dirinya, sang ibu bekerja keras menopang keluarga ini.


Demi Bima, sang ibu sering membantu warga sekitar mencuci pakaian, membajak sawah, bekerja serabutan apa saja selama bisa menghasilkan uang, namun, yang namanya desa, mana bisa menghasilkan uang yang banyak ?

Tapi ibu Bima tidak mengeluh, ia hanya tahu kerja, kerja dan kerja, dengan harapan Bima, putranya bisa kuliah, dan terlepas dari belenggu kemiskinan.


Seperti harapan sang ibu, Bima tidak mengecewakannya, ia berhasil lulus dan diterima di sebuah universitas bahkan mendapatkan beasiswa.

Setelah lulus, Bima pun bekerja dan tinggal di kota.

Penduduk desa sangat kagum dengan Bima, akhirnya dia berhasil menaklukkan kerasnya hidup di desa dan sudah bisa berbakti pada ibunya yang telah membesarkannya dengan susah payah selama ini.


Karena kinerja Bima yang mengagumkan, sehingga dalam waktu relatif singkat mendapat perhatian dari pimpinan perusahaan, gajinya meningkat dan jabatannya juga dinaikkan.

Banyak gadis-gadis kantor yang diam-diam naksir padanya.

Dia pun akhirnya pacaran dengan salah satu rekan kerjanya, sebut saja namanya Sinta.

Pada suatu hari, sambil mengajak Sinta, Bima pulang ke kampung halaman menjenguk ibunya.

Kepulangan Bima kali ini bermaksud menjemput ibunya tinggal bersamanya di kota, sementara ia sendiri juga ingin secepatanya menikah.

Melihat Bima, putranya telah sukses, dan calon menantu juga kelihatan baik, terlintas dalam benak sang ibu kepahitan hidupnya akan segera berakhir dan ia pun terhibur senang dengan keberhasilan anaknya yang sangat berbakti itu.

Bima ngobrol panjang lebar bersama teman-temannya di desa, sementara Sinta, calon istrinya berbincang-bincang dengan ibunya.

Sorenya Bima melihat ada bekas tangisan di mata ibunya, dan sebagai anak yang sangat menyayangi ibunya, ia pun bertanya pada sang ibu.


Ibu Bima mengatakan kalau ia tidak jadi pergi bersamanya ke kota, dengan alasan ia sudah terbiasa dengan suasana desa.

Singkat cerita, upacara pernikahan Bima pun diselenggarakan sesuai dengan rencana, satu-satunya yang disayangkan Bima adalah ibu tercintanya tidak bisa menghadiri hari yang spesial itu.

Ibunya bersikeras tidak datang meski Bima sudah berusaha membujuknya.

Tentu saja hal itu membuat Bima bingung, ia merasa ada sesuatu yang tidak beres, lalu ia menarik teman akrab Sinta dan membawanya ke sudut ruangan.

Menurut cerita temannya Sinta, ternyata ketika itu, Sinta memberi uang pada ibu Bima, dan berpesan padanya untuk tidak ke kota mengganggu kehidupan mereka, juga tak ingin ibu Bima membuat malu dalam upacara pernikahannya.


Meski ibu Bima tidak mengiyakan, tapi karena pertimbangan tidak ingin merepotkan atau membuat putranya serba salah, akhirnya ia tidak menghadiri pernikahan mereka.

Bima yang mengetahui sebab yang sebenarnya dengan marah langsung menghampiri pengantin wanita dan menamparnya.
“Pantas saja kenapa ibu saya bersikeras tidak mau menghadiri pernikahan saya, meski sudah dibujuk dengan berbagai cara, ternyata semua ini gara-gara kamu, dan asal tahu saja ya, tidak masalah bagiku tidak punya segalanya, kecuali ibuku ; Isteri bisa aku cari lagi, tapi ibu hanya satu,” umpatnya.

Usai mengatakan itu, Bima langsung melepas aksesoris pengantinnya, dan mengatakan dengan tegas, kita batalkan pernikahan ini!

Bima pergi meninggalkan panggung pernikahan, tamu hadirin yang melihat suasana itu pun hanya bisa melongo.

Bima pun langsung pulang ke desa menjemput ibunya, dan minta maaf pada ibunya karena tidak mempertimbangkan dengan baik bobot, bebet, bibit istrinya.

Di balik kesuksesan seorang pria pasti ada sesosok wanita yang diam-diam berkorban untuknya, dan sosok orang ini acapkali adalah ibunya.
Ilustrasi.

Harap camkan baik-baik, saat Anda sukses dan berjaya, harap jangan melupakan ibu yang telah melahirkan dan membesarkanmu.

Kamu tidak akan pernah ada di dunia tanpa ibumu.

Dan sebagai seorang wanita, jika kamu memang mencintainya, maka cintailah segala yang dimilikinya, termasuk keluarganya, sebaliknya jika tidak, lebih baik tinggalkan secepatnya.(jhn/yant)



Loading...
loading...

Leave a Comment