Setelah Lama Menikah Istrinya tak Juga Hamil, Akhirnya Sang Suami Terpancing Janda Hingga..

Muncunya pihak ketiga didalam suatu pernikahan sering diidentikkan dengan kasus perselingkuhan yang tentu telah jelas begitu fatal akibatnya.
Tapi sesungguhnya kalau kita mau peka, pihak ketiga dalam pernikahan tidaklah selalu berupa lelaki idaman lain atau pun wanita idaman lain.

Hal-hal yang terlihat tidak berbahaya seperti hobi atau teman dekat jika tidak bijaksana menyikapi bisa menjadi pihak ketiga yang berakibat sama fatalnya dengan perselingkuhan.

Ada juga yang membagikan pengalamannya menghadapi suami yang gila memancing sehingga betah menghabiskan berjam-jam waktu yang harusnya untuk keluarganya untuk menunggui kailnya nyangkut di mulut seekor ikan.

Beberapa hal di bawah, kisah nyata yang dibagikan netizen melalui ceritacurhat;

Namaku Tiwi, menikah pada tahun 2007 lalu dan sampai sekarang belum dikaruniai momongan.
Suamiku tidak mempersoalkan hal itu. Kami jalani cobaan ini sampai suatu saat suamiku dijebak seorang janda.

Suamiku rajin sekali berolahraga, hobinya adalah fitnes.
Dia fitnes di gym dekat rumah kami. Di tempat gym itu kasirnya adalah seorang janda beranak satu, sebut saja namanya Riri.
Setiap hari minggu suamiku suka nonton even body contest.

Ketika aku nonton body contest bersama suamiku di GOR Jakarta Timur, itu lah kali pertama kali aku ketemu Riri, firasat sudah jelek terhadapnya.
Riri adalah janda muda yang cantik, di tempat fitnes banyak laki-laki yang mengejarnya.
Setahu aku Riri dan suamiku tidak mempunyai kedekatan yang spesial.

Suamiku hanya menyukai anak Riri, namanya Dara, seorang gadis kecil yang cantik dan pintar.
Dara adalah gadis kecil yang kurang perhatian dari orangtuanya.
Karena setiap malam Riri suka keluyuran sampai larut malam dan Dara hanya dititip di rumah neneknya.

Bahkan bapaknya pun tak pernah menafkahinya.
Suamiku punya teman, namanya Rusli. Rumah Rusli dekat dengan Riri.
Tepatnya Riri dan orangtuanya mengontrak di rumah Rusli.
Setiap kali suamiku main ke tempat Rusli, suamiku suka membawakan oleh-oleh buat Dara dan memberinya uang jajan.

Dari situlah aku menilai kebaikan suamiku dimanfaatkan oleh Riri.
Karena suamiku suka sama Dara, Riri pun berusaha untuk menggoda suamiku.
Dia suka mengajak jalan-jalan suamiku dengan alasan Dara ingin jalan-jalan.
Tanpa sepengetahuanku mereka pun suka jalan jalan sore.

Pada hari Minggu ada acara nonton body contest di Senayan. Suamiku dan teman-temannya pergi menggunakan motor.
Suamiku dipaksa untuk membonceng Riri untuk pergi ke kontes itu.
Walau pun suamiku sudah menolak tapi teman-temannya yang lain memaksa membonceng Riri.
Dari situlah suamiku agak dekat dengan Riri.

Pada suatu sore Riri mengajak jalan suamiku, katanya ingin curhat tentang pacarnya.
Mereka berdua pun jalan dan nongkrong di bukit Kalimalang.
Suamiku bertanya sama Riri, "Ngobrol enaknya di mana ya?"
Dari situ Riri menjebak suamiku. Riri membawa suamiku ke sebuah hotel di kawasan Jati Negara.
Suamiku hanya bengong karena seumur-umur belum pernah masuk hotel.

Suamiku pun dibodoh-bodohin sama Riri karena tidak tahu prosedur masuk hotel.
Sampai di dalam hotel mereka hanya mainin HP untuk beberapa waktu.
Sesudah agak lama, Riri berkata, "Memang di hotel cuma mau maen HP."
Lantas setan apa yang merasuki suamiku, akhirnya hubungan itu pun terjadi.
Dalam melakukan hubungan suamiku mengaku dia tidak menikmatinya.
Perasaan suami hanyalah ketakutan saja. Takut digerebek polisi dan setelah selesai melakukannya, suamiku malah menanyakan tarifnya.
Dan Riri meminta Rp 300 ribu untuk sekali kencan.

Dan selang beberapa hari, suamiku masih penasaran terhadap Riri, apa sebenarnya Riri itu adalah seorang PSK?
Suamiku mengajaknya untuk chcek in lagi dan suamiku kembali membayarnya dengan tarif yang sama.
Tidak lama kemudian, Riri mencari suamiku, dan dia meminta tanggung jawab karena Riri mengaku
hamil.

Singkat cerita akhirnya suamiku terpaksa bertanggung jawab. Dan Riri hanya minta agar bayinya digugurkan saja.
Tapi pada kenyataannya Riri tidak mau diantar ke dokter. Katanya dia takut.
Riri minta uang Rp 3 juta untuk membeli obat untuk menggugurkan kandungannya.

Namun, uang itu justru dipakai untuk foya-foya.
Kejadian selanjutnya berlalu, Riri melahirkan.
Tapi, kenapa sampai saat ini rasa sakit hatiku tak pernah hilang?
Seolah kebahagiaanku telah direnggut olehnya.

Rasa sakit hatiku ketika suami mengkhianatiku, meski aku tahu suamiku hanya dijebak.
Suamiku yang dituntut selama hampir 7 bulan seolah-olah suamiku itu miliknya.
"Sakit hati karena ingin menyingkirkanku dari dunia ini, sampai saat ini pun luka hatiku belum sembuh," ungkap Tiwi seperti yang diceritakan kepada ceritacurhat.com.

Dan aku pun ingin belajar untuk bangkit dari keterpurukan ini.
Aku tahu suamiku juga pasti merasakan sakit hati yang amat dalam.
Maaf Riri sampai saat ini aku masih sangat sangat membencimu, entah sampai kapan kebencian ini akan hilang.

Curhatan Tiwi ini pun dikomentari beberapa warganet lainnya, yang rata-rata memberikan saran dan doa terbaik bagi kehidpan pasangan suami istri tersebut.

1. Dahlia. Memang kehidupan di Indonesia sedikit tidak aman di lingkup pergaulan. Saran saya, jadikan ini adalah sebuah pelajaran yang terbaik untuk anda dan suami agar menjaga diri dari orang-orang sekitar, ditambah lagi dengan kemampuan ekonomi anda yang bagus, semakin banyak orang akan memanfaatkan anda.

Rasa sakit hati yang anda rasakan memang wajar sebagai seorang istri. Saran saya, belajarlah untuk'melupakan' musibah ini dan move on.

Lalu anggap saja anak dari Riri itu merupakan suatu karunia dari tuhan yang dihadiahkan kepada anda dari kejadian ini, mungkin, tuhan memang sedang menguji anda tetapi juga memberikan hadiahnya kepada anda.

2. Dede. Baik sekali mbak masih mau maafkan suami, menampung anak tak jelas asal usulnya jga. Seandainya itu saya, nggak akan sudi saya sama org seperti itu.
Menurut saya, kalo emang suami khilaf, hanya sekali dia akan berhubungan sama wanita itu, kemudian dia akan menjauh sejauh2nya dr wanita pelacur macam itu. kl penasaran dan bbrp hari kemudian nyoba lagi, itu namanya doyan mbak.

Dan lagi, kalau suami sangat sayang sama anda, nggak akan dia tega berbuat seperti itu pada anda. mungkin saat itu dia lagi jenuh dgn hubungan pernikahan.
Tapi itu semua sudah lewat. kalau mbak memutuskan utk bertahan, maka lupakanlah kejadian itu walau sakit.

Ada anak yang jadi tanggungjawab anda walaupun bukan darah daging anda..rawat dan didik dia sebaik2nya, agar tak meniru jejak bapak ibunya yg tak bermoral, semoga kelak dia jadi anak yg membanggakan anda.

Jaga suami baik2 juga. menurut saya, Ada kemungkinan suami suatu saat akan mengulangi perbuatannya. jaga penampilan di depan suami, rawat diri,.
Jadi pribadi yg lembut tp tangguh, sehingga suami makin sayang dan pikir2 kl mau macem2. Semoga anda bahagia.

3. Sije. Jika bisa bertahan melupakan dan tidak pernah mengungkit masa lalu.. Berarti ibu adalah wanita yang luar biasa.

4. Bunga. Anda orang yg terlalu baik..klo saya jd anda saya gak akan mau ngerawat anaknya lebih baik adopsi dari panti asuhan.jaga suami anda mbak jgn terlalu percaya pd laki2.

semoga keluarga kita selalu dalam keadaan rukun,damai, dan terhindar dari fitnah orang ketiga,...



Loading...
loading...

Leave a Comment