Setelah Divonis Meninggal Tangan Bayi Mungil Ini Memegang Jari Ibunya, Selanjutnya Ini yang Terjadi..

Pasangan Kate dan David Ogg yang tinggal di Queensland, Australia, awalnya merasa sedih lantaran salah satu dari anak kembarnya yang lahir prematur berhenti bernapas dan hanya hidup beberapa saat. Mereka menamai bayi itu dengan Jamie.

Sambil menangis, Kate meminta perawat agar mengizinkannya memeluk sang bayi. Dia kemudian meminta suaminya untuk berbaring di sampingnya, dan memeluknya.

Tetapi, sebuah keajaiban lantas terjadi. Jamie mulai bergerak di pelukan ibunya yang penuh kasih dan napasnya semakin kencang. Para perawat kemudian segera membantu agar bayi itu dapat terus hidup.

Kate melahirkan anak kembar secara prematur saat usia kandungannya masih enam bulan. Jamie lahir pada tanggal 25 Maret 2010 disusul adik perempuannya, Emily, dua menit kemudian.

" Mereka lahir bersama, tetapi Jamie tidak menunjukkan apa-apa saat lahir. Sementara Emily menangis dengan keras," ujar Kate dikutip Dream.co.id dari Daily Mail, Senin 16 Maret 2015.

Saat itu, kenang Kate, sekitar 20 orang tenaga medis mengelilingi Jamie. Mereka berusaha membantu agar bayi itu selamat.

" Dia berhenti bernapas dan detak jantungnya perlahan hilang. Setelah 20 menit mereka berhenti menyelamatkan Jamie," katanya.

Seorang dokter duduk di dekat ranjang Kate dan bertanya nama apa yang akan mereka berikan kepada bayi itu. Setelah itu, dokter tersebut memberitahu keduanya, bahwa sudah tidak ada upaya lagi yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkan Jamie.

" Saya melihatnya sedikit bergerak, tapi dokter mengatakan percuma saja. Saya meminta semua orang meninggalkan ruangan. Dia sangat dingin dan saya hanya ingin menghangatkannya," terangnya.

Saat memeluk Jamie, Kate berkata padanya bahwa Jamie memiliki saudara kembar. Ia pun berkata bahwa kehadiran Jamie sangat mereka harapkan.

" Tiba-tiba dia tersentak, membuka mata dan meraih jari Dave," katanya.

Kini, Jamie tumbuh sebagai anak yang sehat. Selama lima tahun usai kelahirannya, Jamie sama sekali tidak pernah merasakan sakit.



Loading...
loading...

Leave a Comment