Sang Nenek Bermimpi Diberi 3 Ayam Putih, Keesokannya Terjadi Sesuatu yang Mengejutkan Pada Hidupnya

“Trauma, tak tahu nak kata apa apabila tiba-tiba seorang daripada anak-anak tahfiz itu jatuh depan mata saya, seorang lagi di belakang saya," kata saksi mata di Pusat Tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah di Jalan Keramat Ujung,Kampung Datuk, Malaysia.

Pondok pesantren itu mengalami kebakaran hebat.

Ahmad Tirmizi Abdul Hamid, 46, menceritakan, dirinya datang ke surau Al Madrasatul Ittifaqiyah yang terletak bersebelahan pusat tahfiz kira-kira 5.30 pagi tadi untuk solat subuh.

Beliau yang tinggal tidak jauh dari pusat tahfiz itu berkata, ketika hendak berwudhu, terlihat cahaya terang dari arah bangunan pusat tahfiz.

Namun tidak menyangka sesuatu yang buruk sedang terjadi.

Setelah tragedi tahfiz terbakar, seorang wartawan bertemu nenek dari tiga bersaudara yang meninggal dalam insiden tersebut.

sd

Neneknya mengatakan bahwa ia bermimpi diberi 3 ekor ayam putih dengan "seseorang" dan kemudian ...

Nenek dari Tiga kakak beradik meninggal di Pusat Tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah itu sendiri tidak menyangka.

Mimpi yang dialaminya beberapa malam lalu menjadi pertanda dia bakal kehilangan tiga cucu kesayangannya itu..

Sapiah Harun, 70, merupakan nenek kandung dari ayah Muhd Syafiq Haikal Mohd Sulaiman, 13; Muhd Hafiz Iskandar, 11, dan Muhd Harris Ikhwan, 10.

Yang meninggal bersama 18 pelajar dan dua penjaga asrama dalam kejadian itu.

BERMIMPI DIBERI 3 AYAM PUTIH

Sapiah berkata, dalam mimpi tersebut, dia diberikan tiga ekor ayam berwarna putih oleh seseorang namun dia enggan menerimanya.

“Orang itu memberi ayam warna putih, usai itu mengantar lagi ayam warna putih sampai tiga kali."

"Saya tolak pemberian tersebut dan berkata tidak mau ayam putih, bagilah warna hitam,” katanya.

Dia berkata demikian kepada wartawan ketika ditemui di Tanah Perkuburan Islam Raudhatul Sakinah, Lebuhraya KL-Karak, Taman Selasih.

fd

Menurutnya, sejak itu dia mulai merasa ada perasaan yang tidak enak karena warna putih memberi maksud tidak baik.

Sementara itu, beberapa hari yang lalu, Muhammad Syafiq Haikal menghubunginya

Dan mengatakan dirinya ingin tinggal bersamanya saat libur nanti.

“Makcik katakan padanya, baliklah sini nanti bulan 12 ada musim buah rambutan,” katanya yang menjaga dan membesarkan tiga kakak beradik itu sejak kecil.

Sapiah yang tinggal di Serdang berkata dia memang merindui cucu-cucunya yang ditemuinya kali terakhir pada Idul Fitri lalu.

“Makcik mengetahui berita mengenai kebakaran pusat tahfiz di Kuala Lumpur."

"Ketika menonton berita di televisi kira-kira pukul 13.30,” katanya.

Menurutnya, ketika menonton berita tersebut, tebetik dalam hatinya kejadian kebakaran melibatkan pusat tahfiz.

Namun tidak terlintas bahwa korban juga adalah cucu-cucunya.

Namun katanya, dia benar-benar terkejut ketika adik iparnya datang ke rumah.
Untuk memberi tahu kejadian yang menimpa cucu-cucunya.

“Ketika diberitahu, makcik merasa terkejut dan tidak percaya,” ungkapnya. (sinarharian/pawevirall)

Loading...
loading...

Leave a Comment