Pengantin Ini Tolak Amplop Berisi Uang Tunai dan Minta Tamu Gesek Mesin di EDC

Sebuah video kocak menjadi viral di media sosial Instagram dan YouTube. Video yang sudah ditonton ratusan ribu kali di berbagai akun hiburan tersebut menunjukkan pernikahan canggih gaya baru.

Dalam video berdurasi kurang dari satu menit, sepasang pengantin tampak berdiri menyambut tamu-tamunya yang hadir. Yang menarik, sang pengantin pria menyambut tamu dengan membawa mesin EDC. Mempelai pria pun menolak amplop yang biasanya digunakan untuk mewadahi uang kondangan konvensional.

Sebagai gantinya, para tamu diminta mengganti amplop mereka dengan menggesekkan kartu debit atau kredit dimesin EDC yang dibawanya. Selesai transaksi, ia pun memberikan tanda bukti pembayaran setelah para tamu menggesekkan kartu mereka.
Your browser does not support the element.

Rupanya, banyak netizen yang menilai ide pernikahan non-tunai ini patut diikuti. Pasalnya, para tamu jadi tak perlu repot membawa amplop. Pihak mempelai pun tak perlu memikirkan kotak wadah amplop kondangan.

"Ooya, harus gt dong biar gausah pake kotak menuh menuhin tmpt," tulis @wenaelz.

"Aku gak butuh amplop ya," komentar dessy_ansyah13.

Video ini mungkin memang hanya guyonan belaka. Namun, kecanggihan seperti ini memang benar terjadi.

https://youtu.be/Oqi4T7-0uxs

India

Di India, sebuah pernikahan massal nan canggih dilangsungkan pada Februari silam. Para tamu undangan bisa langsung menggesek kartu debit atau kartu kredit mereka untuk memberikan hadiah kepada pasangan.

Ini sengaja dilakukan perancang acara pernikahan massal itu untuk mempromosikan ekonomi digital di Negara Bollywood itu. Hal ini sejalan dengan himbauan Perdana Menteri India Narendra Modi yang mendorong ekonomi digital.

Yogyakarta

Di Indonesia, kecanggihan serupa juga pernah dilangsungkan saat Pawiwahan Agung Keraton Yogyakarta. Tamu undangan prosesi royal wedding putri keempat Sri Sultan Hamengku Buwono X ini mesti mengonfirmasi kehadiran melalui situs internet.

Agar bisa masuk keraton, tamu undangan diautorisasi lewat pin khusus dan kartu gesek layaknya sistem kunci eletronik. Ini untuk menjaga agar undangan tidak dipalsukan dan disusupi tamu tak diinginkan. Sebab, banyak tamu negara yang hadir dalam resepsi tersebut.

Sederet mesin EDC juga disediakan di meja tamu. Dengan demikian, tamu undangan bisa memberikan hadiah pernikahan menggunakan kartu debit dan kredit mereka. Pernikahan Kanjeng Ratu (GKR) Hayu dengan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro ini digelar Oktober 2013 silam.

Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Purwinoto sendiri lulus dari Bournemouth University, Inggris, bidang Sistem Informasi dan Manajemen ini. Dia memang dikenal ingin membawa langkah baru untuk Kraton Yogyakarta dengan menggunakan kecanggihan teknologi informatika.



Loading...
loading...

Leave a Comment