Miris! Hamil 5 Bulan Janinnya Terpaksa Dikeluarkan!! Ternyata Karena Suami Paksa Istri Lakukan Ini!

Seorang ibu bernama Bai Yun baru pertama kalinya melakukan operasi caesar,
lewat 1 tahun berlalu dari proses kelahiran caesarnya itu, ia menyadari bahwa dirinya kembali hamil lagi. Anak pertamanya adalah perempuan, jadi ia sempat berpikir,

jika anak yang ada dalam kandungannya kali ini adalah laki-laki, maka hidupnya akan lebih sempurna lagi.
Setelah memasuki usia kehamilan 2 bulan, saat melakukan pemeriksaan rutin di rumah sakit,
dokter mengatakan bahwa ada bekas luka akibat operasi caesar sebelumnya,
namun bekas lukanya tidaklah terlalu besar, hanya sekitar 10 mm. Dokter berpesan,
cukup dengan menjaga makanan yang dikonsumsi sehari-hari dan terus melakukan pemeriksaan rutin
sesuai jadwal, seharusnya tidak akan ada masalah lagi.

Setelah pemeriksaan itu, Bai Yun pun begitu berhati-hati dalam melakukan apapun.
Ia memperhatikan keadaannya dengan begitu teliti, namun sekitar usia kehamilannya 5 bulan,
pada hari itu suaminya pulang ke rumah sambil berkata, ia sudah tidak tahan lagi,
sudah berbulan-bulan tidak melakukan hubungan suami istri dengan sang istri.

Dan saat mendengar keluhan suaminya itu, Bai Yun juga berpikir, usia kehamilannya sudah memasuki 5 bulan,
seharusnya tidak ada masalah lagi. Akhirnya ia pun menyetujui untuk melakukan hubungan badan
dengan suaminya.

Namun, pada hari kedua saat bangun pagi, Bai Yun tiba-tiba merasa mual dan pusing,
bahkan mengalami pendarahan ringan. Karena khawatir ada apa-apa dengan kandungannya,
Bai Yun pun langsung pergi ke rumah sakit. Setelah selesai melakukan pemeriksaan, hasil diagnosa yang
disampaikan dokter bagaikan petir yang menyambarnya di pagi hari.

Karena hubungan badan yang mereka lakukan beberapa hari lalu menyebabkan
pecahnya air ketuban sebelum waktunya, sehingga tidak ada hal lain yang dapat dilakukan selain operasi untuk
mengeluarkan janin tersebut. Namun dokter memastikan operasi ini tidak akan mengancam nyawa sang ibu.

Bersyukur keadaan ini segera diketahui, setelah melewati proses operasi,
walaupun tidak dapat melindungi nyawa sang anak, namun setidaknya itu tidak merusak rahim sang ibu.
Jika keadaannya semakin lama dibiarkan, maka sangat besar kemungkinan dapat mengancam nyawa sang ibu.

Namun dokter memperingatkan bahwa dalam 3 tahun, mereka harus mengurungkan niat untuk memiliki anak.

 

Setelah melewati masalah ini, suami Bai Yun begitu menyesal.
Ia selalu menyalahkan dirinya yang minum sampai mabuk sedemikian rupa malam itu.
Namun bagaimanapun juga, masalah sudah terjadi, dan sudah terlambat juga untuk menyesal.

Ada beberapa netizen yang agak marah saat mendengar cerita Bai Yun ini, mereka berpendapat,
sebagai manusia, tidak boleh terlalu serakah. Sudah memiliki anak perempuan,
kenapa harus memaksa wajib punya anak laki-laki?
Apakah hanya dengan kehadiran anak laki-laki saja hidupmu baru menjadi sempurna?

Proses melahirkan secara caesar pada dasarnya memang lebih beresiko,
jika tidak hati-hati bisa saja mengakibatkan histerektomi, yaitu proses pengangkatan rahim,
bahkan lebih parahnya lagi, bisa membahayakan nyawa ibu. Demi ambisi memiliki anak laki-laki yang mana tingkat keberhasilannya hanya 50% rela mempertaruhkan keselamatan nyawanya sendiri.

Bagi wanita yang pernah melakukan operasi caesar saat melahirkan, umumnya akan meninggalkan bekas luka
di rahim yang pada beberapa kasus akan mengakibatkan ruptura uteri,
salah satu komplikasi obstetri yang sangat serius. Komplikasi ini berhubungan erat
dengan angka kematian dan angka kesakitan dari bayi dan ibu bersalin.

Jika pasien dapat selamat, ada kemungkina fungsi reproduksinya berakhir
dan proses penyembuhannya sering kali memakan waktu yang cukup lama.
Oleh sebab itu, sangatlah disarankan agar para wanita dapat memilih dengan bijak
proses melahirkan pertama mereka, dan setelah selesai menjalani operasi caesar,
para wanita juga disarankan untuk melakukan tindakan kontrasepsi (pencegahan kehamilan) terlebih dahulu.

Bagi para ibu yang pernah melakukan operasi caesar, disarankan agar memperhatikan kebersihan dan
kesehatan kehidupan seksualnya bersama pasangan, untuk menghindari terjadinya infeksi panggul.
Di samping itu, perlu diperhatikan juga saat proses bersalin, kamu perlu mencari tau informasi,
apakah rumah sakit tersebut memiliki transfusi darah yang cukup yang sesuai dengan darahmu atau tidak.

Karena prediksi yang dilakukan sebelum melahirkan tidak dapat dijamin keakuratannya 100%.
Jika terjadi pendarahan yang hebat, pastinya transfusi darah yang memadai merupakan
salah satu hal yang terpenting yang harus diperhatikan.

Untuk mempercepat proses penyembuhan bekas luka setelah operasi caesar,
ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan:
1. Beristirahatlah dengan teratur, jangan sampai kamu kelelahan berlebihan
2. Tahan bagian perut bekas luka saat kamu melakukan gerakan tiba-tiba, misalnya bersin, batuk atau tertawa.
3. Makan dengan teratur dan minum banyak cairan terutama bagi para ibu yang menyusui bayinya
4. Jaga kebersihan bekas lukamu dan daerah sekitarnya untuk mencegah terjadinya infeksi
5. Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter sehingga jahitan dapat diangkat dan bekas luka dapat sembuh dengan cepat.

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Dishare yuk!

Loading...
loading...

Leave a Comment