Meskipun Dalam Kondisi Kritis, Jupe Jual Berlian untuk Bangun Mushola

TABLOIDBINTANG.COM - Kamar mandi menjadi tempat meluapkan emosi anggota keluarga Julia Perez.

Sang adik, Nia, suatu hari memegangi dan mengusap-usap tangan Jupe. Melihat pergelangan tangan Jupe yang mengurus dan mengecil, tanpa sengaja air mata Nia jatuh.

Sadar air mata itu akan memilukan hati kakaknya, Nia buru-buru mengelap sambil berdalih, “Aduh, sepertinya pendingin ruangan di kamar ini bocor, deh.” Kemudian ia beringsut ke kamar mandi. 

Di kamar mandi, Nia menangis sesenggukan. Ia menduga, Jupe sebenarnya mendengar isak tangis di ruang sempit. Namun, Jupe memilih diam.

Beberapa hari kemudian, Jupe mengingatkan adiknya, “Kan never give up, Nia. And I won't give up.” 

Penyebab anggota keluarga menangis bukan hanya kondisi kesehatan Jupe yang fluktuatif. Pemikiran-pemikiran Jupe di atas ranjang acap kali membuat dada Nia, Sri, dan Della sesak.

Dalam kondisi kritis, Jupe sempat memperhatikan penderitaan orang lain. 

Itu terjadi ketika ada anggota keluarga nenek Jupe (dari Serang, Jawa Barat) menjenguk.

Dalam Kondisi Kritis, Jupe Jual Berlian untuk Bangun Mushola (Seno/tabloidbintang.com)
Dalam Kondisi Kritis, Jupe Jual Berlian untuk Bangun Mushola (Seno/tabloidbintang.com)

Ketika bertemu Jupe, ia bercerita di Banten ada musala yang mangkrak karena pembangunannya terhenti. Musala itu tidak beratap. Umat yang hendak beribadah atau menggelar pengajian tersengat panas sinar matahari. Mendengar cerita itu, hati Jupe terenyuh. Ia berinisiatif melanjutkan pembangunan musala dengan cara menjual perhiasan yang tersisa di rumahnya.

Kepada Sri, Jupe berujar, “Ma, Yuli ingin bikin musala. Membantu orang yang kemarin menjenguk Yuli dan bilang ada musala di Serang yang belum selesai pembangunannya. Kasihan banget orang itu tidak bisa salat.”

Jupe minta ibunya menjual cincin dan kalung berlian. Sementara Nia dan Sri membatin, “Kamu, kan juga sedang butuh uang.”

“Cincin itu dijual 50 juta rupiah. Sementara kalung berlian, dijual dengan nilai 100 juta rupiah. Jujur sejak itu, Kak Jupe sudah enggak punya simpanan apa-apa lagi. Kala itu dia bilang, 'Sudah, berikan saja uang itu. Mereka lebih butuh dibandingkan saya. Selama saya masih punya dan masih bisa bekerja, saya akan bekerja.' Padahal, kami sendiri sedang memikirkan biaya pengobatan Kak Jupe ke depannya. Tapi dia tetap bilang, 'Kasih semua yang aku punya buat musala itu,’” beber Nia.

 

(wyn / han / gur)

Loading...
loading...

Leave a Comment