Masih Ingat Bocah Penyihir Afrika yang Dicampakkan Keluarganya 2 Tahun Lalu Ini ?

Dua tahun lalu, balita kulit hitam kurus kering diberi minum oleh wanita kulit putih bertato.

Nigeria, yang terletak di bagian barat Afrika ini memang tidak pernah tenang.

(Facebook/Anja Ringren Loven)

Perang yang berkepanjangan selama bertahun-tahun membuat ekonomi negeri ini pun semakin terpuruk. Hingga menyebabkan masyarakatnya sangat miskin dan ditimpa kelangkaan makanan.

 

Dua tahun yang lalu, sebuah foto yang dieskpos menyentak nurani masyarakat dunia, foto ini diambil di Nigeria.

(Facebook/Anja Ringren Loven)

Serangkaian foto bocah yang diberi nama Hope ini telah menjadi viral setelah diposting di facebook oleh Anja Ringgren Loven.

Loven merupakan pendiri Yayasan Pembangunan dan Pendidikan Anak Afrika.

 
(Facebook/Anja Ringren Loven)

Kisah bocah yang diberi nama Hope ini memang sungguh menyedihkan. Ia dibuang keluarganya karena dianggap sebagai bocah penyihir.

Usianya saat itu mungkin baru dua tahun, belum mengerti apa-apa tentang hidup. Tapi keluarganya menganggap Hope sebagai jelmaan penyihir. Ia kemudian dibuang ke jalanan hingga kelaparan.

Boleh dikatakan, bocah bernama Hope ini cukup beruntung nasibnya, karena kebanyakan anak yang dianggap jelmaan penyihir di Nigeria akan dibunuh.

(Facebook/Anja Ringren Loven)

Seperti misalnya seorang bocah yang dianggap jelmaan penyihir disiram dengan cairan asam keras di wajahnya, satu bulan kemudian baru tewas dalam sikasaan.

Bocah dalam foto yang Anda saksikan ini hanya dicampakkan oleh keluarganya, jadi boleh dikatakan nasibnya cukup beruntung, bukan? tidak sampai terbunuh hanya karena anggapan sebagai bocah penyihir pembawa petaka.

Perkara yang sangat beruntung adalah “bocah yang dianggap penyihir”ini bertemu dengan wanita kulit putih bertato seperti tampak dalam foto di atas pada Januari 2016, namanya Anja Ringgren Loven, warga Denmark.

“Saat kami memasuki desa, pemandangan di depan mata seketika mengejutkan saya.”

“Begitu saya membalikkan badan, saya melihat Hope (Lovin memberi nama Hope pada si bocah malang yang ditemuinya ini) duduk di atas tanah, badannya kurus kering, seorang bocah usia 2 tahun tidak seharusnya seperti itu wujudnya!”kata Loven saat mengenang pertemuannya dengan Hope dua tahun lalu.

(Facebook/Anja Ringren Loven)

Loven melihat Hope sangat lemah karena kelaparan, selain itu juga banyak luka di sekujur tubuhnya, bahkan ada yang berulat akibat lukanya yang terlantarkan.

Kemudian Loven segera membawa Hope dan memberikan tindakan pemulihan, serta menggalang dana untuknya.  Tak butuh waktu lama, Loven pun mendapatkan sumbangan dana lebih dari 1 Juta dolar AS atau lebih dari Rp 13 Miliar dari masyarakat dunia.

Dana ini digunakan untuk African Children’s Aid Education and Development Foundation (ACAEDF), membantu anak-anak Afrika yang dianggap sebagai “anak-anak penyihir”, dan memberikan perawatan medis, makanan, dan pendidikan kepada anak-anak ini.

Baru-baru ini Loven merayakan dua tahun diselamatkannya Hope.

Salah satu foto unggahan Loven menunjukkan Hope mengenakan seragam dan bersiap untuk menjalani pekan pertamanya di sekolah.

(Facebook/Anja Ringren Loven)

Hope dibuang keluarganya ini karena dianggap sebagai bocah penyihir kini tampak sehat dan ceria.

Kini Hope terlindungi dengan baik di lembaga tersebut, bobot tubuhnya meningkat, terlihat sangat sehat, Hope juga sangat tegar dan supel, kata Loven.

“Sebuah misi penyelamatan yang menjadi viral, dan hari ini tepat dua tahun lalu, dunia akhirnya tahu ada seorang bocah laki-laki bernama Hope. Dan minggu ini Hope akan mulai masuk sekolah,” ujar Loven dalam unggahan status Facebook-nya.

(joni/asr)

Sumber : Beauties.life

Loading...
loading...

Leave a Comment