Kembar 3 Tampan Ini Menghapal Seluruh Isi Alquran Dalam Waktu 9 Bulan

Tiga saudara terlahir kembar, Abdul Hannan Jamaluddin, Abdul Mannan Jamaluddin, dan Abdul Ihsan Jamaluddin menjadi penghafal Alquran atau hafiz. Mereka membutuhkan waktu selama sembilan bulan untuk dapat menghafal seluruh isi Alquran.

"Kita benar-benar hafal Alquran awal 2012. Alhamdulillah, selesai dalam sembilan bulan," ujar Ihsan.

Ihsan bercerita proses menghafal Alquran mereka jalani dengan bimbingan dari ustaz pengasuh Darul Quran. Mereka diminta fokus untuk menghafal tanpa disibukkan oleh kegiatan lain.

"Kata ustaz, enggak usah sekolah, menghafal Alquran saja. Insya Allah yang lain (pendidikan) akan mengikuti nanti," kata Ihsan.

Alhasil, ketiganya meninggalkan bangku sekolah untuk fokus menghafal Alquran. Meski demikian, bukan berarti mereka tidak belajar.

"Kita tetap belajar, tetapi tidak seperti sekolah umum. Istilahnya kita home schooling, belajar sendiri," ungkapnya.

Pada tahap awal, mereka diwajibkan menghafal empat surat pilihan. Empat surat itu adalah Al Waqiah, Ar Rahman, Al Mulk, dan Yasin.

"Itu selesai antara satu hingga dua bulan," terangnya.

Ihsan pun mengaku menjalani proses menghafal Alquran bukan perkara mudah. Mereka pun sempat merasa begitu beratnya untuk bisa menjadi seorang hafiz.

"Awalnya berat. Cuma namanya sudah ada keinginan, walaupun berat kita paksakan," tuturnya.

Mereka kemudian terus menempa diri dengan sering membaca Alquran. Setiap ayat mereka baca secara berulang sampai 20 kali, kemudian meningkat menjadi 60 kali. Tetapi untuk ayat yang panjang, mereka memangkasnya menjadi beberapa bagian.

"Semakin sering diulang, maka semakin mudah hafal." katanya.

Mereka kini telah menikmati buah kerja kerasnya. Ihsan menuturkan, ada kenikmatan tersendiri yang ia rasakan setelah mampu menghafal Alquran.

"Seiring berjalannya waktu, kita merasakan ada kenikmatan," ujarnya.


`Mahkota` untuk Orangtua

Ketiga saudara kembar ini berusia 18 tahun. Di usia mereka yang masih remaja, mereka telah memiliki kemampuan dalam menghafal Alquran genap 30 juz.

Ihsan, salah satu dari ketiga hafiz ini menuturkan bagaimana mereka sampai memiliki keinginan untuk menjadi hafiz bersama. Keinginan itu muncul ketika mereka membaca satu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud tentang keutamaan menjadi hafiz.

"Kita ada keinginan untuk menghafal Alquran setelah membaca hadis tentang hafalan Alquran, yang artinya kurang lebih artinya ‘Barangsiapa yang menghafal Alquran dan mengamalkan kandungannya maka di hari kiamat nanti kedua orangtuanya akan dipakaikan mahkota yang cahayanya lebih indah daripada matahari yang menyinari rumah-rumah di dunia," ujar Ihsan.

Ihsan mengatakan hadis itu menyadarkan ketiganya. Bagi dia dan kedua saudaranya, jasa orangtua tidak akan pernah bisa mereka balas di dunia.

"Kami berpikir, selama di dunia tidak bisa membalas jasa orangtua. Kami ingin membalasnya di akhirat kelak," kata dia.

Ketika keinginan itu timbul, mereka menyampaikan kepada orang tuanya, Agus Jamaluddin, 38 tahun, dan Sukrismiyati, 40 tahun. Niat mereka disambut begitu gembira oleh orangtuanya.

"Awalnya niatnya belum utuh. Orangtua menyambut baik kemudian mengarahkan kami," kata dia.

Selanjutnya, terang Ihsan, Agus dan Sukrismiyati mengantarkan ketiga anak kembarnya ke pesantren Darul Quran, Tangerang, awal tahun 2012. "Sempat kaget, ternyata beneran direspons."

Saat ini, baik Hannan, Mannan, dan Ihsan tinggal di pesantren tersebut. Meski sebagai santri, mereka ternyata memiliki jadwal yang padat berkeliling ke kota-kota menjadi motivator.

"Kita paling sering di Jabodetabek. Pernah juga ke Jawa Tengah," ungkapnya.

Sementara kunjungan ke luar negeri baru sekali mereka lakukan, yaitu ke Malaysia akhir tahun 2014. Kala itu, ketiganya diundang bersama KH Aa Gym pada sebuah acara Halal bi Halal yang diadakan oleh Ikatan Keluarga Muslim Indonesia.


Rasul Sang Idola

Seperti remaja lain, mereka juga memiliki tokoh kebanggaan. Tetapi, tokoh yang mereka pilih mungkin berbeda dari para remaja kebanyakan.

"Bagi kami idola tentu Nabi Muhammad SAW," ujar Ihsan.

Bagi ketiganya, Rasulullah merupakan sosok pejuang tangguh dan pribadi yang ramah serta berbakti kepada orangtua. Mereka ingin mencontoh kepribadian Rasulullah.

Tidak hanya itu, mereka kagum dengan Rasulullah yang selalu memikirkan umatnya meski hendak dipanggil Allah SWT. "Sementara kita umatnya tidak pernah ingat kepada Rasulullah, itu yang harus kita renungkan," katanya.

Selain Rasulullah, ada sosok lain yang juga menjadi kebanggaan Hannan, Mannan, dan Ihsan. Sosok itu adalah Fatih Sefeeragic, hafiz Alquran di usia 14 tahun asal Amerika Serikat.

"Keren, anak 14 tahun bisa jadi hafiz, apalagi bukan di Arab tetapi di Amerika Serikat," terangnya.



Loading...
loading...

Leave a Comment