Innalilahi Kiai Ini Meninggal Saat Shalati Jenazah Kerabatnya, Semoga Khusnul Khotimah

Seorang ulama Indonesia, KH Toto Tasmara (67) meninggal dunia, Selasa (8/12/2015), sekitar pukul 13.40 di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

Dikutip dari media daring internal Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), KH Toto meninggal dunia saat sedang memimpin salat jenazah.

Kabarnya, jenazah yang disalati itu adalah kerabatnya.

Meninggal di Palembang, jenazah KH Toto rencananya akan dimakamkan di Tangerang Selatan, Rabu (9/12/2015).

Sebelumnya, akan disemayamkan di rumah duka, Jl Flamboyan Asri, Rempoa, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.
Riwayat Hidup

Masih dikutip dari icmi, KH Toto lahir di Banjar, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, 10 November 1948

Almarhum berasal dari lingkungan keluarga yang sufistik sehingga memberikan pengaruh kejiwaan padanya.

Hal ini membuat kumpulan tulisan maupun puisinya syarat dengan nuansa sufistik tersebut.

Kehidupannya diabadikan untuk gerakan dakwah yang olehnya disingkat geradah.

Pada tahun 1976, ia mendirikan Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI) yang malah mengantarkannya masuk penjara karena dakwahnya yang "menyengat" dan "mengusik" stabilitas penguasa pada waktu itu.

Baginya, penjara adalah sebuah "pesantren" tempat ber-uzlah 'menyendiri' sehingga ia mampu melakukan perenungan dan melahap ratusan buku dengan tenang.

Pada tahun 1978, ia mendirikan Badan Koordinasi Mubalig se-Indonesia (Bakomubin), sebuah lembaga yang berkiprah untuk meningkatkan kualitas dan pencerahan para mubalig.

Disamping sebagai mujahid dakwah, ia juga mantan eksekutif yang piawai.

Ia pernah menduduki jabatan eksekutif di perusahaan multinasional, seperti: PT Richardson Merrel, PT Singer, Nixdorf, dan lainnya.

Kemudian, ia sempat menjadi vice president pada sebuah bank swasta.

Pada saat jabatan terakhir tersebut, gairah dakwahnya semakin menjadi-jadi.

Untuk pertama kalinya, ia memprakarsai "gema azan" yang menggaung disebuah gedung mewah, kemudian merambah ke perusahaan-perusahaan yang pimpinannya mempunyai gairah islamiah.

Dibuatnya buletin percikan dakwah setiap hari Jumat dan menjadi sebuah buku berjudul Percikan Dakwah.

Dari tahun 1992-1996, dia menduduki jabatan Corporate Secretary PT Humpuss.

Pada tahun 1997, ia keluar dari perusahaan tersebut dan mengabadikan sepenuhnya pada bidang dakwah dan menjadi konsultan Sumber Daya Manusia di Labmend (Laboratory for Management and Mental Development), yang bergerak di bidang pelatihan manajemen dan spiritual.

Pengembangan pesantren kilat yang ditekuninya sejak tahun 1980-an: Super Achievement Motivation dan Etos Kerja (SAMTEK), Tarbiyatul Qolbu, Kepemimpinan Situasional, Kuliyatul Mubalighin, dan Kristologi.

Merupakan paket-paket andalan Labmend menyelenggarakan berbagai kegiatan pelatihan yang dirancang khusus untuk para pemuda, pelajar, dan mahasiswa.

Termasuk program rehabilitasi korban narkoba dengan metode pencerahan hati (tarbiyatul qalbi) yang dipusatkan di Pesantren Al-Magfirah, Gunung Gelius, Gadog, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.



Loading...
loading...

Leave a Comment