Inilah Otak Teror Pengeboman di Sarinah, Akun FB Pernah Sebar Cara Pembuatan Bom !

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian menyebut nama yang diduga kuat menjadi dalang aksi serangan teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016) pagi. Menurut dia, penyerangan tersebut didalangi oleh Bahrun Naim, seorang narapidana kasus terorisme pada 2010 lalu.

Bahrun, menurut Tito kini sudah berada di Suriah, bersama dengan anggota ISIS lainnya yang berbasis di Raqqa, Irak.

"Jadi Bahrun Naimyang ingin dirikan Kathibah Nusantara di Indonesia," ujar Tito saat menggelar jumpa pers di Kantor Presiden, Kantor Kepresidenan pada Kamis (14/1/2016) sore.

1. Siapakah Bahrun Naim?

Barang bukti yang diamankan dari para pelaku teror di Jl MH Thamrin, Jakarta pada Kamis (14/1/2016)

Berdasarkan penelusuran, pria yang memiliki nama lengkap Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo ini merupakan narapidana kasus terorisme yang tertangkap Densus 88 di Solo pada tahun 2010 lalu. Ia dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara oleh PN Surakarta lantaran terbukti melanggar UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan bahan peledak.

Belakangan, namanya kembali muncul setelah Surati dan Sugiran, warga Sukoharjo melaporkan bahwa mereka kehilangan putri tercintanya bernama Siti.

Sebagaimana dilansir kompas, dalam laporannya ke Polres Sukoharjo pada Senin, 16 Maret 2015 lalu, Surati menjelaskan bahwa putrinya itu menghilang setelah meminta uang sebesar Rp 3,5 juta yang diakuinya untuk biaya kuliah. Namun setelah itu, mereka kehilangan jejak putrinya.


Orang tua Lestari memegang foto Siti Lestari dan Bahrun Naim, Senin (16/3/2015) / KOMPAS.com | M Wismabrata

Sebelum peristiwa itu, Siti pernah memperkenalkan seorang pria bernama Bahrun Naim kepada mereka. Belakangan mereka tahu, bahwa pria itu merupakan narapidana kasus terorisme.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian dalam keterangan persnya di Kantor Presiden pada Kamis (14/1/2016) sore mengungkapkan bahwa teror bom di Sarinah dilakukan atas perintah Bahrun Naim, salah satu pentolan ISIS di Asia Tenggara.

Sebagaimana dilansir tribun, Tito menyebutkan bahwa motif dari penyerangan di Sarinah karena adanya persaingan merebutkan kekuasaan untuk menguasai jaringan ISIS di Asia Tenggara.

"Dia mau jadi leader ISIS di Asia Tenggara. Ada upaya rivalitas, untuk menjadi pemimpin, di Filipina sudah mendeklare dan merek bersaing ingin menjadi leadership dan Bachrum Naim lancarkan serangan," kata Tito.

Tito mengungkapkan adanya perubahan strategi serangan di internal ISIS, yakni tidak saja melakukan operasi di Siria dan Irak.

"Kemudian amirnya, Abubakar Bagdadhi untuk lakukan operasi di luar Syria dan Irak lalu buat cabang di dunia, seperti di Eropa, Perancis, Afrika Utara, Turki dan Asia Tenggara. Sel-selnya sudah ada di thailand, Filipina, Malaysia, Indonesia dan lain-lain," kata Tito.

2. Akun 'Bahrun Naim' Sebar Tutorial Membuat Bom

Akun facebook bernama Muhammad Bahrunnaim Anggih Tamtomo. Screenshot diambil pada bulan November 2015 lalu

Pada rentang waktu bulan Oktober hingga November 2015 lalu, sebuah akun facebook bernama Muhammad Bahrunnaim Anggih Tamtomo pernah secara aktif membagikan turorial membuat bom hingga senjata api rakitan. Postingan itu, kemudian ditautkan dengan salah satu website yang belakangan sudah diblokir.


Halaman website yang ditautkan ke Akun facebook bernama Muhammad Bahrunnaim Anggih Tamtomo. Screenshot diambil pada bulan November 2015 lalu (TRIBUNJOGJA.com)

Di website ini, bisa ditemukan turorial yang lebih lengkap.

Di akun facebook yang sama, akun ini pernah membuat status bernama ultimatum yang ditujukan kepada pemerintahan Indonesia.


Akun facebook bernama Muhammad Bahrunnaim Anggih Tamtomo. Screenshot diambil pada bulan November 2015 lalu (TRIBUNJOGJA.com)

"Pesan dari komandan. Komandan udah menyerukan pertaubatan, maka langkah selanjutnya adalah terserah anda...Kepada para pejabat pemerintah Indonesia ! Bertaubatlah, kembalikan Hak Allah yang telah kalian rampas..." demikian tulisan yang dibuat akun Bahrun Naim pada tanggal 22 November 2015 lalu.


Akun facebook bernama Muhammad Bahrunnaim Anggih Tamtomo. Screenshot diambil pada bulan November 2015 lalu (TRIBUNJOGJA.com)

Selain di akun Facebook dan website tersebut, hingga Kamis (14/1/2016) ini, ternyata masih ada akun Google + dengan nama yang sama, serta masih ada website dengan nama dan isi yang nyaris serupa dengan website yang sudah diblokir sebelumnya. (*)

Loading...
loading...

Leave a Comment