Gadis Ini Depresi Selama Bertahun-Tahun dan Menutup Diri, Namun Hair Style Datang Mengubah Hidupnya!

Pernah kah kamu mengalami depresi atau menemui orang yang sedang mengalami stres berat?

Salah satu gangguan kesehatan mental ini bisa terjadi kapan saja dan memengaruhi pola pikir, perasaan, suasana hati (mood) dan cara menghadapi aktivitas sehari-hari.

Biasanya, depresi dialami orang-orang yang merasa gagal dalam karir, pendidikan, putus cinta, sampai tindakan bully.
Ketika mengalami depresi, suasana hati yang sedih bisa berlangsung hingga berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Banyak yang menganggap depresi adalah sesuatu yang sepele dan bisa hilang dengan sendirinya.
Padahal sebenarnya, depresi adalah bentuk suatu penyakit yang lebih dari sekadar perubahan emosi sementara.
Banyak cara yang coba dilakukan orang-orang untuk menghadapi depresi yang dideritanya.

Beberapa di antara mereka bisa keluar dari rumah dan menikmati kehidupan sosial, tapi yang lain tidur berhari-hari hingga mengisolasi diri mereka dari dunia.
Ngomongin soal depresi, seorang penata rambut bernama Kayley Olsson yang berasal dari Iowa, bertemu dengan seorang gadis muda yang tidak diketahui namanya.
Gadis itu mengalami kondisi, di mana dirinya mengisolasi diri dari dunia luar.

Gadis berusia 16 tahun itu datang ke tempat kerja Kayley dengan harapan bisa memperbaiki rambutnya.
Yang lebih miris, gadis itu telah mengalami depresi berat selama bertahun-tahun, dan sampai pada titik di mana ia merasa sangat rendah dan tidak dihargai.
Inilah yang membuat dirinya bahkan tidak bisa menyisir rambutnya.

Kayley mengatakan bahwa penampilan gadis itu tampak seperti orang yang baru saja bangun tidur.
"Dia sampai pada titik di mana dia merasa sangat kesal dan sangat tidak berharga sehingga dia bahkan tidak bisa menyikat rambutnya," ujar Kayley.
Ia datang dengan rambut yang benar-benar berantakan seperti sudah lama tidak disisir.
Remaja itu berusaha melawan depresinya dengan kembali ke sekolah.

Usut punya usut, ia akan melakukan sesi foto terbaru di sekolahnya.
"Dia bilang dia hanya bangun untuk menggunakan kamar kecil. Dia mulai kembali ke sekolah dalam beberapa minggu tapi dia harus melakukan sesi foto di sekolahnya hari ini," tambah Kayley.
Dia ingin merasa cukup percaya diri untuk duduk di depan kamera.
Jadi gadis ini menginginkan rambutnya yang terlihat sangat kusut karena hampir tidak pernah disisir sama sekali, menjadi lebih bagus dan terawat.

Dalam sebuah foto yang diunggah ke Facebook, Kayley menjelaskan bahwa ketika gadis tersebut masuk ke salonnya, ia mendapat permintaan.
"Ketika dia masuk, dia mengatakan kepada kami bahwa semua ini sudah selesai. Saya tidak dapat mengatasi rasa sakit saat menyisirnya, ia menyebut dirinya tidak berharga."
"Ini benar-benar menghancurkan hati saya dan kami mencoba segala cara untuk menjaga rambut ini untuknya. Pada akhir hari saya ingin ini menjadi pelajaran bagi orang-orang," tulis Kayley.

Kayley berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki rambut gadis itu dan berhasil menyelamatkannya.
Kemudian, ia berbagi foto sebelum dan sesudah dirinya menyelamatkan rambut gadis itu ke dalam Facebook miliknya.
Lewat foto yang diunggahnya, terlihat perbedaan kedua foto tersebut sangat mencengangkan.

Unggahan ini juga menarik perhatian ribuan orang yang ikut bahagia karena akhirnya gadis tersebut memiliki sesuatu untuk ditampilkan di depan umum.
"Ia memang terlihat cantik. Rambut barunya memberi alasan untuk tersenyum lagi, ini sungguh menakjubkan. Waktu menunjukkan padanya bahwa ia cantik, saya yakin ia bisa terkenal," ujar netizen.

Kayley menghabiskan waktu hingga 13 jam untuk mempercantik potongan rambut gadis itu.
"Pasca berada di sini 8 jam kemarin dan 5 jam hari ini, akhirnya kami membuat gadis cantik ini tersenyum dan merasa ia layak melakukan sesuatu."
"Kata-kata terakhirnya kepada saya adalah: 'Saya benar-benar akan tersenyum untuk sesi foto sekolah saya hari ini, kamu membuat saya merasa seperti diri saya sendiri lagi'," pungkas Kayley.
Salut untuk kerja keras Kayley!

sumber : style.tribunnews.com



Loading...
loading...

Leave a Comment