Gadis Cantik Ini Meninggal Setelah Diberi Hukuman Ini Oleh Sang Bos Gara-gara Terlambat !

Himpitan ekonomi seringkali membuat orang harus rela melakukan apa saja.
Seorang gadis berumur 15 tahun asal China harus rela putus sekolah demi membantu sang ayah.

Gadis bermarga Wu ini memutuskan berhenti sekolah demi membayar biaya pengobatan ayahnya.
Wu memilih untuk bekerja dan mencari uang.

Dilansir dari Mirror.co.uk, gadis itu memalsukan umurnya untuk mendapatkan pekerjaan.

Wu meminjam kartu identitas temannya untuk melamar kerja.

Gadis itu akhirnya diterima di salah satu firma real estate di kawasan Guangdong, China.

Bosnya kebetulan tak mengecek kartu identitasnya dan percaya bahwa dia berumur lebih dari 18 tahun.

Namun saat ini Wu dikabarkan telah meninggal karena hukuman yang diberikan manajernya di tempat kerja.

Menurut ibu Wu, anak gadisnya itu terlambat datang bekerja pada suatu hari di akhir bulan Juli.

Karena telat kerja, sang manajer akhirnya memberikan hukuman pada Wu.

Manajernya itu menyuruh Wu melakukan squats sebanyak 100 kali.

Wu menjalani hukumannya tapi dia bahkan tak sanggup mencapai setengah dari jumlah yang ditentukan si bos.

Tapi manajer Wu bersikeras agar Wu terus melakukan hukuman yang diberikan padanya.

Setelah itu, Wu mengluh pada orangtuanya bahwa kakinya kadang-kadang tak bisa digerakkan.
Khawatir, orangtuanya menyuruh Wu untuk pulang.
Wu kemudian dibawa ke rumah sakit.
   
Namun kondisinya memburuk dengan cepat saat Wu tiba-tiba mengalami muntah dan kelumpuhan.

Wu akhirnya meninggal.

Dokter mengatakan kematian Wu ini disebabkan karena kegagalan pernafasan.
Namun ibunya mengklaim bahwa kematian putrinya itu disebabkan karena hukuman yang dia terima.

Manajer tempat Wu bekerja mengakui bahwa dia memang menyuruh Wu untuk melakukan squats sebanyak 100 kali.

Namun pihak perusahaan tak memberikan informasi lebih lanjut.
Pihak keluarga Wu pun masih menuntut jawaban perusahaan terkait perlakuan sang manajer pada Wu.

Namun pihak keluarga Wu tidak mengatakan apakah mereka melibatkan polisi atau tidak dalam kasus ini.

tribunnews.com



Loading...
loading...

Leave a Comment