Firasat Julia Perez: Apakah Ini Saatnya Saya untuk Pergi?

TABLOIDBINTANG.COM - Diakui adik Jupe, Nia, sekuat-kuatnya memerangi kanker, ada saja momen kala semangat Jupe ambruk.

Biasanya, ambruknya semangat Jupe terjadi ketika ia bersama ranjangnya digiring ke luar kamar, lalu diarahkan ke ruang operasi.

Dalam perjalanan ke ruang operasi itulah, Jupe sering mengatakan ingin menyerah saja pada keadaan. Nia dan Sri menyemangatinya lagi.

“Mereka mau apa lagi, sih dari badanku?” kata Jupe, mendengar bahwa ia harus dibawa ke ruang operasi lagi.

Satu pertanyaan belum terjawab, bintang film Gending Sriwijaya bertanya lagi, “Mau ada tindakan apa lagi?” Pertanyaan itu disusul dengan pertanyaan lain, yang melukiskan patahnya sebuah semangat, “Apakah ini saatnya saya untuk pergi?”

Mendengar pertanyaan demi pertanyaan itu, Sri, Nia, dan Della berupaya sekuat tenaga untuk menahan air mata. Sri terdiam, menundukkan kepala. Della, yang dikenal paling gampang meneteskan air mata, memilih untuk seolah-olah tidak mendengar. Nia yang pasang badan.

“Enggak, ini belum saatnya,” sahut sang adik, Nia, ringkas.

Nia kemudian mengingatkan Jupe, “Kak, semua orang pasti meninggal. Tapi, waktumu (untuk pergi) itu tidak sekarang. Atau besok. Atau minggu depan. Gue berharap, waktumu bersama kami masih panjang. Paling tidak, 30 tahun lagi. Atau 50 tahun lagi. Dan gue berdoa untuk itu, Kak.”

Jawaban itu tak serta-merta melegakan hati Jupe. Dengan nada lirih, Jupe membantah, “Tapi bukankah semua orang akan meninggal?”

“Ya. Tapi please tidak hari ini. Atau besok. Atau lusa,” balas Nia, emosional.
Julia Perez: Apakah Ini Saatnya Saya untuk Pergi? (Seno/tabloidbintang.com)
Julia Perez: Apakah Ini Saatnya Saya untuk Pergi? (Seno/tabloidbintang.com)

Dalam kondisi itu, Nia berupaya untuk tidak menitikan air mata satu tetes pun. Ia melarang keras Sri dan Della menangis. Kendati, menahan air mata hal yang paling susah dilakukan selama beberapa bulan terakhir. Larangan keras menangis itu diterbitkan bukan tanpa alasan. Nia menjelaskan, Jupe paling tidak bisa melihat anggota keluarga menangisi keadaannya.



Loading...
loading...

Leave a Comment