Dulu Mengira Hal-Hal Ini Keren, Tapi Ternyata Apalah Artinya...

DULU DIKIRA yang keren itu kalau bisa melafalkan Hermes, Chanel atau Louis Vuitton dengan benar…
TAPI ah ternyata apalah artinya, saat kita tak bisa membedakan lafadz huruf Hijaiyah 'da' dan 'dza', 'ta' dan 'tsa', juga 'sya' dan 'sha'..., apalagi sampai usia segini belum bisa mengaji Tartil.

DULU DIKIRA yang keren itu kalau bisa naik pesawat, melancong ke luar negeri lalu foto-foto di berbagai negara, napak tilas artis-artis terkenal...
TAPI ah ternyata apalah artinya, bila kita tak pernah mengunjungi Baitullah dan Masjid Rasulullah, dan usia keburu habis tak bisa dikembalikan lagi.

DULU DIKIRA yang keren itu kalau anak masih kecil bisa bahasa asing, bahasa Inggris, fasih menyanyikan lagu barat, sehari-sehari tinggal di Indonesia dengan bahasa ibu bahasa asing…
TAPI ah ternyata apalah artinya, saat ditanya siapa penciptanya, ia bahkan anak tak bisa menyebut Allah dengan lantang. Asing dengan doa sehari-hari, seolah tak pernah hidup untuk ibadah.

DULU DIKIRA yang keren itu kalau suami istri matching ke mana-mana tampil serasi, dandanan mesti maksimal…
TAPI ah ternyata apalah artinya, jika tak bisa menjadi partner untuk perkara akhirat, gak saling tolong dan menasihati dalam perkara agama, lebih mementingkan penampilan dibanding hakikat suami istri yang sesungguhnya.

DULU DIKIRA yang keren itu kalau rumah bagus, ala rancangan arsitek yang kekinian…
TAPI ah ternyata apalah artinya, jika yang paling dibenci adalah pengeluaran untuk pembangunan rumah-rumah secara mubazir, apalagi jika di dalamnya tidak dipenuhi dengan ibadah dan jarang dibacakan ayat-ayat Allah.

DULU DIKIRA yang keren itu kalau toilet mewah dan closet duduk canggih ala hotel dan rumah orang berada…
TAPI ah ternyata apalah artinya, jika itu berlawanan dengan perintah Nabi kita yang justru lebih tahu perkara yang baik bagi umatnya dunia dan akhirat. Dan sungguh toilet itu rumahnya setan, betah berlama-lama di dalamnya artinya betah di rumah setan.

DULU DIKIRA yang keren itu kalau tahu table manners, makan steak dengan pisau di kanan dan garpu di tangan kiri, makan gorengan di tangan kanan dengan cabe rawit di tangan kiri pun perkara sepele yang salah tapi sering dikerjakan...
TAPI ah ternyata makan secara islami tidak mengajarkan demikian, makanlah dengan tangan kanan, karena yang makan dengan tangan kiri adalah setan.

DULU DIKIRA yang keren itu kalau weekend jalan-jalan dengan keluarga ke mall atau tempat rekreasi lainnya..harmonis...
TAPI ah akankah berkumpul kelak di akhirat, jika suami hanya mengajak istri dan keluarga pada hal-hal keduniaan, namun lupa pada hakikat hidup yang sebenarnya. Suami bahkan tidak tahu jika selama ini istrinya belum tahu cara wudhu yang benar!

DULU DIKIRA yang keren itu yang sekolah tinggi, dengan gelar sejembreng…
TAPI ah Subhanallah. Sekarang sudah terbukti satu persatu bahwa hal-hal tersebut justru menjerumuskan pada keburukan dan kecacatan akidah.
Apalah artinya pengorbanan uang tenaga waktu jika yang didapat tidak bisa menyelamatkanmu dari adzab Allah, malah dengan akal pemberian Rabb-mu kau putar balik perintah-perintah-Nya menjadi sesuai hawa nafsumu sendiri.

DULU DIKIRA yang keren itu banyak lagi lainnya...
TAPI semua ternyata tak ada artinya jika tidak sejalan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Apalagi jika jelas-jelas bertentangan.

AH TERNYATA…
Dunia ini menipu
Dunia ini senda gurau belaka.
Segeralah menyerah pada Rabbmu,
Sebelum kau tertipu lebih banyak lagi
(Ampuni kami, hamba-Mu ya Allah..)



Loading...
loading...

Leave a Comment