Bayi ini Terlahir dengan Kelainan Jantung,Namun Lihatlah yang Terjadi 5 Tahun Kemudian..

Sungguh memilukan saat mendengar kisah tentang bayi kecil yang berjuang untuk hidup mereka karena penyakit.

Pasangan ini mengira mereka telah kehilangan bayi mereka yang terkasih akibat kondisi jantungnya yang kritis.

Namun ternyata bayi perempuan tersebut ditakdirkan untuk bisa melewati kesengsaraan yang mengancam nyawanya.


Amy dan Gary akhirnya diberkahi kelahiran seorang bayi perempuan cantik setelah menanti selama dua tahun yang panjang.

Mereka menamainya Katie, dan dia diibaratkan seperti buah apel dari mata mereka.

Tapi pada usia enam minggu, mereka memperhatikan bahwa bayi Katie kesulitan saat bernapas dan berusaha untuk menarik napas dalam-dalam.

Menurut Amy dan Gary, napasnya terasa “keras dan berat.”

Pasangan itu segera membawa bayi mereka ke unit gawat darurat.

Setelah dokter memeriksanya, mereka memperhatikan detak jantungnya yang tinggi.

Mereka mendiagnosis bayi mereka mengalami Supraventricular Tachycardia (SVT).

SVT itu dapat menyebabkan kondisi jantungnya kritis dan dapat mengancam jiwanya.

Saat mendengar diagnosis sang dokter, Amy tampak berlutut, dan berdoa kepada Tuhan sambil menangis untuk keselamatan Katie kecilnya.

Seorang perawat bergantian melakukan CPR dengan dokter anak-anak di Rumah Sakit Athos Colon, untuk mencoba menghidupkan kembali bayi Kati dan menormalkan kondisi jantungnya.

Namun, dalam 30 menit, mereka masih belum bisa mendapat nadinya darinya.

Amy dan Gary sedang menunggu di luar, berharap yang terbaik buat bayinya.

Mereka tahu tubuh Katie yang kecil itu sudah sangat disiksa oleh upaya CPR tersebut.

Mereka ikhlas menerima apapun yang terjadi pada bayi mereka.


Sementara itu, sepupu Amy, Jeff Amato, yang juga seorang dokter rumah sakit tersebut, mendengar kabar tersebut dan bergegas ke rumah sakit.

Begitu dia masuk, dia mengungkapkan keyakinannya bahwa Katie tidak akan mati.

Anehnya Dr. Colon juga tidak menghentikan usaha CPRnya.

Saat Amy dan Gary mendengar bahwa jantung Katie berdetak lagi, mereka berdoa dan bersyukur.

Tapi, Katie masih belum keluar dari bahaya. Mereka harus mengamati kondisinya selama 48 jam.

Begitu dia keluar dari masa kritisnya dan tidak ada kerusakan otak yang serius, para dokter memulai prosedur untuk memasang alat pacu jantung di hatinya.

Dua belas hari kemudian, dia diizinkan untuk pulang.

Berkat doa dari keluarga dan teman, Katie berhasil melewati masa-masa terkelam dalam hidupnya.


Kini, bayi mungil itu telah tumbuh menjadi seorang anak berusia 5 tahun yang sehat.

Ia gemar menari, bermain softball dan kerap mendapat nilai bagus di sekolah.

Sumber: www.ntd.tv



Loading...
loading...

Leave a Comment