Astagfirullah, Pria Ini Tega Potong Kaki Istrinya hingga Putus di Depan Anak, Ternyata Ini Motifnya

Kekerasan dalam rumah tangga kembali terjadi. Kali ini, berlangsung di salah satu rumah kos yang terletak di Banjar Uma Buluh, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali. Diketahui, pada Selasa (5/9/2017) seorang wanita menjadi korban kekerasan oleh suaminya sendiri.

Sang suami nekat memotong kaki istrinya. Akibatnya, darah pun berceceran di rumah kos tersebut. Tak cuma itu, kaki sang istri juga dikabarkan putus.

Berikut fakta lengkap soal kejadian tersebut:

1. Kedua kaki korban luka parah

tindak kekerasan dalam rumah tangga ini berlangsung pada Selasa sore sekitar pukul 17.30 WITA.

"Kejadiannya kemarin, kaki istrinya dipotong hingga putus dengan sebuah pisau," ujar salah satu warga sekitar yang ditemui di lokasi, Rabu (6/9/2017).

Lebih lanjut, warga yang juga jadi saksi dalam kejadian itu pun menyatakan kondisi korban yang amat miris. Kaki kiri korban putus sementara pasangannya pun hampir putus.

2. Anak jadi saksi kejadian

Informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebut kejadian nahas ini berlangsung di depan buah hati korban dan pelaku. Sang anak awalnya berteriak minta tolong pada warga sekitar. Anak itu pun bersaksi bahwa pelaku datang ke rumah kos membawa golok.

3. Pelaku acungkan golok pada saksi

Saat aksinya diketahui sejumlah warga, pelaku pun mencoba memberikan ancaman. Pelaku disebut-sebut sempat mengacungkan golok ke arah para saksi. Karena ketakutan, orang-orang tersebut pun memilih kembali masuk dalam kamar masing-masing. Setelahnya, pelaku pun memanggil seorang saksi bernama Putu Wargi Asih (23) untuk membantu mengevakuasi korban.

4. Dilatarbelakangi masalah rumah tangga

Kejadian nahas ini dilatarbelakangi karena cemburu buta. Pelaku merasa diselingkuhi sang istri. Demikian seperti yang disampaikan oleh Kapolres Badung, AKBP Yudith Satriya Hananta.

"Berdasarkan keterangan pelaku motifnya cemburu dengan istri atau korban," ujarnya.

Akibat tindakannya pelaku terancam hukuman penjara hingga 10 tahun.

Hal ini lantaran tindakan tersebut digolongkan sebagai KDRT tingkat berat. Adapun, dari penyelidikan sementara pihak kepolisian sudah mengamankan barang bukti.

Bukti-bukti itu meliputi sebilah parang dengan panjang mata pisau 31 cm dan panjang gagang kayu 15cm, 1 buah handuk warna putih berisi darah, 1 buah baju kaos warna hitam berisi darah, 1 buah celana pendek kain warna putih berisi darah, 1 buah ikat pinggang warna biru.



Loading...
loading...

Leave a Comment