Astagfirullah! Gadis Cantik Ini Dipaksa Berhubungan Dengan 40 Pria Selama 8 Bulan, Kisah Dibaliknya Bikin Gempar

Seorang remaja usia 15 tahun di sebuah desa di Thailand mengaku jadi korban pemerkosaan sekitar 40 pria selama 8 bulan.

Pengakuan itu membuat gempar penduduk.

Karena desa hanya dihuni 180 pria dewasa yang artinya seperlima penduduk desa berpotensi jadi pelaku.

Gadis yang tidak disebutkan namanya tersebut mengklaim bahwa lusinan pria telah melakukan pelecehan seksual kepadanya saat orang tuanya berangkat kerja shift malam.

Para pelaku diduga menculiknya dari rumahnya dan membiusnya sebelum memperkosanya di sebuah desa kecil di Teluk Phang Nga, Thailand barat daya.

Ibu anak ini mengatakan "Karena saya dan suami saya bekerja sebagai penyadap karet, kita harus meninggalkan anak-anak kita sendirian antara tengah malam dan subuh."

Kepada polisi si ibu menyebut bahwa orang yang sama kembali beberapa malam kemudian dengan pria dan geng lain memperkosa anak gadisnya.

Serangan seksual itu kemudian berlanjut, dengan pria lain yang datang ke rumah keluarga si gadis dan memaksanya pergi ke gubuk pantai tempat mereka membiusnya dan membiarkan pria lain menyiksanya.

Pemerkosaan secara bergantian ini diduga terjadi mulai Mei tahun lalu.

Polisi kini telah mengidentifikasi 11 tersangka penyerang, yang diklaim gadis itu bukan dari pulau tersebut.

Yuttanakorn Juanjenkij, pejabat pemerintah di Tambon Loryoong, mengatakan kepada Malaysian Digest sulit dipercaya penduduk setempat.

"Warga lokal siap untuk bekerja sama dengan polisi," kata Yuttanakorn Juanjenkij, seorang pejabat pemerintahan di Tambon Loryoong,  distrik setempat. Menurutnya, publistitas negatif ini telah mempengaruhi penduduk desa.

Ban Koh Raed adalah rumah bagi sekitar 180 pria dewasa, dengan beberapa warga mengungkapkan penyesalan dan skeptisisme tentang dugaan bahwa sekitar 40 pria terlibat dalam kekerasan seksual tersebut.

Sebab, jika klaim itu benar, artinya seperlima penduduk merupakan pihak yang melakukan pemerkosaan terhadap anak-anak.

"Pikirkan tentang anak-anak yang tinggal di desa. Mereka merasa stres atas dugaan ini, mereka mungkin saja bisa berpikir bahwa ayah mereka mungkin salah satu tersangkanya," kata Yuttanakorn

Juga dikatakan bahwa setelah hasil pemeriksaan warga desa ditemukan bahwa

"Beberapa memiliki gejala ringan seperti stres, kegelisahan dan insomnia. Tapi yang lain memiliki masalah serius seperti pikiran untuk bunuh diri."

Dan sampai sekarang kasus ini masih dalam penyelidikan.

Semoga kasus ini cepat ditangani dan desa itu dipenuhi oleh kedamaian dan keamanan kembali.

Anwar alias Rizal alias RZ, mengaku telah mengenal APP (12).

RZ mengenal APP saat bertemu di tempat tinggal korban di daerah Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Dia nekat menyetubuhi siswi Madrasah Tsanawiyah itu di petak 17 A, RPH Tenjo di tengah hutan milik Perhutani, Desa Pangaur, Kecamatan M Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Saya mengenal sudah tiga bulan lalu saat ke Bendungan Hilir," tutur RZ, Selasa (24/11).

Dia memilih lokasi melakukan kejahatan di tengah hutan karena situasi di tempat itu sepi.

Di tempat itu, pelaku sempat mengajak korban berhubungan intim.

Namun, dia mengaku korban menolak.

"Dia tidak melawan. Dia bilang sakit om. Dinda masih kecil. Depan doang (memasukkan alat kelamin,-red)," kata RZ menirukan korban.

Setelah memerkosa, pelaku menghabisi nyawa korban.

Dia melakukan hal tersebut karena merasa terancam korban akan melaporkan perbuatan pelaku ke ibu korban.

Pelaku menghabisi korban menggunakan batu berukuran besar.

"Saya pukul kepala tiga kali sampai mati. Pukul pakai batu."

"Kepala bagian belakang, kepala bagian atas, dan muka," tuturnya.

Menurut pengakuan pelaku, dia sempat bertemu dengan orang tua korban untuk mengucapkan pernyataan berbelasungkawa.

Berdasarkan pemantauan, pelaku berpostur tubuh kecil bertinggi badan sekitar 160 sentimeter (cm).

Dia memakai masker penutup wajah berwarna hitam sehingga tidak ada yang mengenali dia.

Loading...
loading...

Leave a Comment