Astagfirullah, Arwah Ibu Menemui Jenazah Anaknya yang Seketika Jenazahnya Menghitam, Ini yang Dilaku

Kisah ini diceritakan oleh seorang pengurus jenazah di salah satu rumah sakit. Hari itu seorang pengurus rumah sakit pergi ke salah satu ruang didalam kamar mayat yang ada di rumah sakit tersebut.

Suasana di kamar mayat tersebut sangat sepi, hanya ada dia dan satpam rumah sakit tersebut.

Bapak pengurus jenazah tersebut mendekati sosok mayat dan membuka penutup muka jenazah tersebut dengan hati-hati.

Setelah penutup muka terbuka, terlihat kulitnya yang putih, berbadan kecil. Sepertinya itu adalah jenazah seorang pemuda yang berusia sekitar 18 tahun.

Bapak tersebut kaget bukan kepalang setelah melihat muka jenazah tersebut perlahan-lahan berubah, yang awalnya putih bersih menjadi hitam.

Awalnya ia menganggap itu bukanlah hal aneh baginya, karena ia sudah terbiasa mengurus jenazah.

Namun, semakin lama ia menatap jenazah tersebut, ia merasa semakin aneh melihat perubahan yang begitu cepat terjadi pada mayat tersebut.

Ia memperhatikan perubahan yang terjadi pada jenazah tersebut dengan seksama sambil mulutnya membaca ayat-ayat Al Quran.

Dalam hitungan detik wajah jenazah tersebut semakin menghitam, barulah sekitar lima menit mayat tersebut tak lagi berubah.

Kini mayat tersebut tidak lagi berwarna putih, melainkan berwarna hitam pekat seperti habis terbakar.

Bapak pengurus jenazah tersebut keluar dari kamar mayat itu dan duduk sambil berfikir tentang kejadian aneh yang baru saja ia lihat.


Berbagai macam pertanyaan terlintas di benaknya tentang mayat itu.

Tak lama setelah berfikir, tiba-tiba ada ada seorang wanita yang berjalan menuju ke arahnya.

Ia terkejut sambil bertanya dalam hati.

“Siapa wanita ini? kenapa ia begitu berani berjalan seorang diri. Sedangkan ini sudah pukul 03.00 dini hari.”

Ketika wanita tersebut sudah berada dihadapannya, dan memanggil pengurus jenazah tersebut dengan sebutan “Bapak” lalu berkata :

“Saya dengar anak saya meninggal dunia, saya ingin melihat jenazahnya”.

Tanpa berkata sepatah katapun, ia langsung mengantar wanita tersebut ke kamar mayat sambil menunjukkan lemari mayat dengan nomor 213 lalu membuka penutup wajahnya.

“Betulkah ini mayat anak ibu?” tanya bapak tersebut kepada wanita tersebut.

“Betul, tapi setahu saya kulitnya tidak hitam seperti ini” jawab wanita itu.

Namun setelah melihat jenazah tersebut dengan seksama, wanita itu yakin bahwa mayat itu adalah anaknya.

“Bu, ada apa dengan anak ibu, kenapa wajahnya berubah menjadi hitam?”

Wanita tersebut diam sejenak, lalu menangis tersedu-sedu. Bapak kembali mengulangi pertanyaannya, namun wanita tersebut tetap tidak menjawab.

“Baiklah, kalau ibu tidak ingin memberitahu, mohon maaf, saya tidak bisa mengurus jenazah anak ibu, karena saya tidak bisa memberi penjelasan jika nanti ditanya oleh petugas lainnya.

“Anak saya itu merupakan anak yang baik.

Setiap kali saya meminta bantuan, ia tidak pernah menolaknya sekalipun ia sedang tertidur.”

“Namun, ketika saya bangunkan agar ia mau shalat shubuh ataupun shalat zuhur, ia selalu menolak bahkan dengan nada marah ia memaki saya,” kata wanita tersebut sambil mengusap air matanya.

Bapak itu pun kaget bukan kepalang mendengar penjelasan dari wanita tersebut.

“Barang siapa yang tidak shalat, maka akan ditarik cahaya iman yang ada di dalam dirinya dari wajahnya.”

Demikian hadits nabi yang dingat oleh bapak tersebut, ketika mendengar cerita wanita itu dan menyaksikan yang terjadi pada jenazah anaknya.

Keesokan harinya, jenazah pemuda tersebut dimandikan oleh Bapak pengurus jenazah itu dan ia berusaha menghubungi nomor telepon keluarga jenazah itu agar dapat dikuburkan karena telah selesai dimandikan.

Saat keluarga jenazah tersebut tiba, Bapak itupun menegur pihak keluarga jenazah itu karena membiarkan ibu dari jenazah itu ke rumah sakit sendirian pada dini hari.

Jawaban dari pihak keluarga jenazah sangat mengejutkannya, karena saat bertemu dengan ibu jenazah tersebut, ia tidak merasakan suatu hal yang aneh.

Mereka mengatakan kepada Bapak itu bahwa ibu dari jenazah tersebut telah meninggal dunia beberapa tahun silam.

Subhanallah…..

sumber: tribunnews.com



Loading...
loading...

Leave a Comment