1 Polisi tewas kena granat, 3 warga tewas ditembak di Sarinah,Pemimpin Alqaidah Sudah Peringatkan !

1 Polisi tewas kena granat, 3 warga tewas ditembak di Sarinah,Pemimpin Alqaidah Sudah Peringatkan !

 

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charliyan mengatakan ada enam orang menjadi korban dari ledakan granat dan tembakan di kawasan Sarinah, Thamrin, jakarta Pusat, Kamis (14/1). Menurut Anton, akibat insiden itu seorang polisi tewas terkena ledakan granat dan dua polisi terluka serta tiga warga tewas.



"Ada 3 polisi yang terkena tembak. 3 Warga sipil terkena tembak. Satu polisi dinyatakan tewas," kata Anton di lokasi ledakan.

Menurut Anton, ledakan yang terjadi di pos polisi Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, akibat ledakan granat. Namun pihaknya masih menyelidiki ledakan tersebut.


Anton menambahkan, mengenai dugaan pelaku yang lari ke arah gedung Jakarta Theater masih ditelusuri pelaku. "Diduga di Jakarta Theater cuma belum dipastikan," tandasnya.

Sayap propaganda Al Qaidah menyebarkan pesan dari sang pemimpin organisasi teror itu, Ayman al Zawahiri, sejak pekan lalu. Pesan berupa tiga rekaman suara dan naskah pidato sepanjang tujuh halaman itu menunjukkan kemungkinan Indonesia akan diserang.

Pesan itu terdapat dalam rekaman suara kedua yang berjudul 'Musim Semi Islam Asia Tenggara'. Zawahiri mengatakan generasi baru mujahidin telah bangkit di Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Dia mengatakan mereka dalam waktu dekat segera berjuang menegakkan agama, mengikuti jejak mujahidin lain di seluruh dunia.

Pesan-pesan Zawahiri ini disebar oleh organisasi as Sahab, seperti dilansir ulang longwarjournal.org, Kamis (14/1). Dalam rekaman pesannya yang mengingatkan kemungkinan serangan ke Asia Tenggara, sang pemimpin Al Qaidah ini menyajikan cuplikan wawancara lama terpidana mati bom Bali, Amrozi, serta khotbah Abu Bakar Ba'asyir.

Selain mengabarkan kemungkinan adanya teror di Asia Tenggara, Zawahiri dalam dua pesan yang lain mengecam Arab Saudi. Negeri Kaya Minyak itu dituduh telah menistakan agama, serta mendukung kafir Amerika. Karenanya, para mujahidin mengajak rakyat Saudi dan sekitarnya merubuhkan kerajaan dinasti al-Saud.

Awal Desember lalu, intelijen sebetulnya sudah mengabarkan besarnya risiko jakarta diserang aktivitas terorisme. Kedubes Prancis yang pertama kali diamankan. Berikutnya Kedutaan Rusia memberi travel warning pada warganya yang berniat berkunjung ke Indonesia.

Lalu, pada 18-19 Desember 2015, Intelijen Australia memberi info kepada Detasemen Khusus 88 Polri soal keberadaan pelaku teror. Polisi mencokok sembilan tersangka pelaku teror yang diduga terkait ISIS di Cilacap, Tasikmalaya, Sukoharjo, Gresik, dan Mojokerto.

(merdeka)

Loading...
loading...

Leave a Comment